Kementan, Pemda, TNI dan DPRD Panen Jagung Program Upsus di Abi

oleh -1.5K views
Oenino,Fakta TTS-Staf ahli bidang infrastruktur kementerian pertanian (kementan) RI, Dr.Ir. Ani Andayani, bersama bupari TTS, Ir. Paul Mella,M.Si, ketua DPRD TTS Jean Neonufa, Pejabat dari Korem 161 Wirasakti Kupang dan Kodim 1621/TTS, pejabat dari Polres TTS, kadis pertanian kabupaten TTS, Otniel Neonane serta sejumlah pejabat pemda TTS serta petani Rabu (11/4/2018) sore melakukan panen perdana Jagung hibrida di 50 hektoare (Ha) lahan milik sejumlah kelompok tani di desa Abi kecamatan Oenino. Areal lahan jagung yang dipanen tersebut merupakan hasil kerjasama petani dan TNI dalam mewujudkan program Upaya khusus (opsus) yang dicanangkan Kementan di seluruh Indonesia.
Kepala dinas pertanian Otniel Neonane mengatakan ada 84.521 ha lahan jagung tersebar di sejumlah wilayah kabupaten TTS yang dikelola petani tahun ini. Dalam luasan tersebut ada tiga jenis jagung yang ditanami yakni jenis lokal di lahan seluas…jenis kompositi di lahan seluas …dan jenis hibrida di atas lahan seluas..
Dikatakan satu hektare lahan bisa menghasilkan rata-rata 5 ton jagung hibrida yang jika diuangkan bisa mengjasilkan uang Rp 17 juta sekali panen.
Dengan hasil yang dinilai besar tersebut diharapkan warga setempar tidak lagi keluar negeri untuk mencari penghasilan
Bupati TTS, Paul Mella mengatakan potensi lahan pertanian kabupaten TTS sangat menjanjikan kesejahteraan. Hanya saja salah satu persoalan yang dihadapi adalah kemampuan petani untuk mengolah lahan. “Petani kita tidak malas hanya kemampuan mengelola itu yang terbatas. Rata-rata kemampuan mengolah petani itu maksimal dua hektare,”katanya.
Ia menyampaikan terimakasih kepada kementerian pertanian yang telah melaksanakan program upsus di kabupaten TTS karena beberapa tahun berjalan dilihat ada perubahan perilaku petani dalam mengolah lahan. “Karena kerjasama TNI waktu kerja petani jadi lebih tepat dan cepat. Ini dampaknya jumlah produksi meningkat,”katanya.
Sementara Ani Andayani menangtang pemda TTS untuk bisa mengekspor jagung seperti daerah-daerah lain di Indonesia yang kini sudah ekspor jagung karena keberhasilan program Upsus tersebut. “Ini tantangan bagi pak bupati. Dengan potensi luas lahan yang ada kapan TTS bisa ekspor Jagung,”katanya.
Ia mengatakan saat ini harga jagung yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 3.150/kilogram. Harga tersebut merupakan harga beli pemerintah dari petani.
Terkait pernyataan tersebut bupati Paul Mella yang diminta tanggapannya mengatakan kabupaten TTS bisa saja ekspor jagung jika dilihat dari potensi lahan yang ada. Hanya saja belum semua potensi lahan bisa dikelola petani karena sejumlah kendala.
Untuk mengekspor jagung kata bupati Mella perlu dibangun gudang.
Sejauh ini produktifitas lahan yang dikelola hanya bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *