Melihat Kreatifitas Bertani Pemuda Gereja Ebenheser Biloto, Sekali Panen Rp 50-an Juta

oleh -1.4K views
Biloto,Fakta TTS-Kamis (25/10/2018) pagi lebih dari 500 orang berkumpul dalam tenda darurat yang berada dalam lahan di dusun 1 desa Biloto kecamatan Molo selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi NTT. Ada pejabat dan staf pemerintahan provinsi dan kabupaten, seperti kadis pertanian NTT, Yohanis Taeruba, Kadis pertanian TTS, Otniel Neonane, Dandim 1621/TTS, Letkol Rhino Charles Tuwo dan sejumlah anggota TNI, Pejabat kepolisian, anggota DPRD TTS, masyarakat dan pegiat LSM.
Mereka menghadiri acara “Expo Sayuran” yang dihelat Kelompok tani (poktan) Pemuda GMIT Ebenheser Biloto dalam panen raya hasil pengolahan lahan gereja yang sebrlumnya tidak produktif. Lahan itu berluasan 7.400 meter persegi, kata Ino Saman, ketua poktan pemuda GMIT Ebenheser Biloto. Acara panen raya ini diawali ibadah syukur yang dipimpin pendeta gereja setempat.
Di belakang dan samping tenda dipenuhi aneka jenis tanaman sayuran dan buah yang siap dipanen. Ada Terong, Buncis, Labu, Cabe, Tomat, Brokoli, Semangka, Melon dan lainnya.
Bagaimana ceritera kreatifitas dari 50-an pemuda-pemudi GMIT Ebenheser Biloto ini?, Ino Sanam menyampaikan kepada Fakta TTS yang turut diundang bersama 1.000 undangan lainnya.

Ino Sanam menjelaskan lahan tidur milik gereja itu mulai digarap tanggal 15 Juni 2018 lalu setelah ada kerjasama dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YTBS), salah satu yayasan yang konsen di bidang pengembangan pertanian masyarakat. “Kami bentuk kelompok tani pemuda gereja untuk kelola lahan gereja dari situ kami mulai bergerak hingga akhirnya kami difasilitasi YTBS untuk pengembangan usaha kami di bidang pertanian,”kata Sanam penuh semangat.

Dalam pengelolaan lahan itu mereka dibantu bibit 34 varietas sayuran dan buah yang kini tumbuh diatas lahan tersebut. Selain bantuan benih mereka juga dibantu konstruksi area lahan dan bimbingan teknis soal cara bertani yang efektif produktif. “Sudah tiga bulan sejak 15 Juni lalu dan kini panen rayanya,”tambah Ino Sanam.
Pendapatan yang diperoleh dari mengolah lahan dengan 34 varietas tersebut diestimasi mencapai Rp 50.753.000 sekali panen. Hingga panen raya dilakukan jumlah pendapatan yang diraup sudah Rp 2.135.000.
“kita sudah panen beberapa jenis sayuran dan buah. Kita jual ke papalele yang datang kesini. Hasil penjualannya nanti kita bagi sesama anggota setelah sepersepuluh dari pendapatan kita masukan ke gereja untuk pembangunan gereja,”katanya.
Junike Medah, Program koordinator YBTS mengatakan kerjasama dengan poktan pemuda GMIT Ebenheser Biloto itu terlaksana dalam program penguatan kapasitas terintegrasi bagi peningkatan penghidupan petani tahun 2018 dari YTBS.
Dikatakan program tersebut kini dilakukan di sejumlah desa dalam wilayah projek kabupaten TTS dan kabupaten Kupang. “Khusus untuk TTS ada 21 poktan binaan”katanya.
Soal penentuan poktan binaan kata Junike mereka berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat. “Dinas rekomendasikan sejumlah poktan yang sudah dikukuhkan baru kami seleksi. yang memenuhi syarat yang kami tetapkan itu yang kami pilih sebagai poktan binaan,”katanya.
Sejumlah syarat yang dimaksudkan diantaranya kata Junike, poktan yang bersangkutan harus jelas struktur, punya lahan dan ada material lokal yang diproduksi. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *