Sawah di Bena Kering Setelah Ditanami, Petani Takut Gagal Panen

oleh -1.3K views

Bena, Fakta TTS-Sawah milik sejumlah petani di wilayah desa Bena kecamatan Amanuban selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kering usai ditanami padi sekitar sebulan lebih. Petani pun kuatir kondisi itu akan berdampak pada gagal panen.

Abraham Bantaika, petani setempat kepada Fakta TTS, Selasa (1/5/2018) sore menyampaikan tanaman padi berusia lebih dari satu bulan diatas lahan miliknya sekitar 1 hektoare (ha) kini merana karena sudah sekitar dua pekan tidak terairi. “bukan hanya saya tapi yang lain (petani) di sekitar sini juga sama (kering) karena air tidak masuk. kami takut gagal panen karena ada yang bulir padinya sudah mau keluar,”kata Abraham lewat telepon.

Setahu Abraham, air tidak masuk ke lahan mereka karena ada saluran air menuju areal persawahan tersebut yang rusak. saluran yang rusak kata Abraham sekitar 10 meter. “air tidak sampai sini karena ada saluran yang rusak. panjang kerusakan sekitar 10 meter,”katanya.

Pantauan Fakta TTS di salah satu titik kekeringan di depan gereja Sontetus Bena, tanaman padi setinggi kira-kira 15 centimeter tampak layu berdiri diatas tanah yang retak-retak. lebar retakan antara 1 sampai 3 centimeter.

Kepala dinas pertanian kabupaten TTS, Otniel Neonane yang dikonfirmasi, Rabu (2/5/2018) membenarkan adanya kekeringan yang melanda lahan sejumlah petani di perswahan Bena.

Dikatakan kekeringan terjadi karena air tidak dapat mengalir ke titik.itu akibat jaringan irigasi yang jebol di wilayah Linamnutu. Kerusakan jaringan mencapai panjang 14 meter.
Namun jaringan tersebut sudah diperbaiki.
sementara pihaknya tengah mengatur pembagian air untuk masing-masing blok areal yang ada di wilayah itu agar semuanya terairi.

“Ia sesungguhnya tidak terjadi tapi karena jaringan irigasi jebol di Linamnutu 14 meter dalam tempo kurang lebih 10 hari baru selesai diperbaiki dan sementara P3A mengatur pembagian air per blok 24 jam baru pindah lagi ke blok yang lain, memang cukup lama karena ada tanah yang sempat pecah, singkat sementara lakukan penangan terimakasih,”demikian konfirmasi Otniel Neonane lewat layanan WhatsApp. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *