Warga Persoalkan Limbah Pabrik Tahu Mas Daman di Oekefan

oleh -1.3K views
Kota SoE, Fakta TTS-Sejumlah warga di kelurahan Oekefan kecamatan Kota SoE dan desa Oinlasi kecamatan Molo selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempersoalkan limbah yang diduga dari pabrik Tahu Barokah milik Mas Daman di RT 04 RW 02 kelurahan Oekefan kecamatan Kota SoE.
Lurah Oekefan Musa Missa kepada wartawan, Selasa (21/8/2018) di kantornya mengatakan ada 34 Kk yang mempersoalkan limbah yang dialirkan ke kali mati di wilayah itu. dari 34 KK itu, 20 KK dari kelurahan Oekefan dan 14 KK dari desa Oinlasi.
Persoalan limbah tersebut diadukan secara tertulis ke kelurahan pada 30 Juli 2018 lalu.
“pengaduannya secara tertulis, mereka persoalkan limbah pabrik Tahu yang menurut mereka mencemari lingkungan dan sumber air di wilayah RW 02 itu,”katanya.
Persoalan tersebut kata lurah Musa Missa sudah ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya benar ada limbah yang mengalir ke kali mati yang persis berada di dekat pabrik Tahu Barokah dan pabrik tempe milik mas Daman dan pabrik roti milik Triyanto. namun limbah tersebut kata Musa Missa bukan dari pabrik Tahu namun dari pabrik Tempe dan Roti. pabrik tahu katanya sudah punya penampung limbah kecuali tempe dan roti.
“Kami sudah turun ke.lokasi untuk cek dan sampai di sumber mata air. kami semoat minum air yang keluar dari tebing. lebih enak dari Aqua. setelah dicek limbah itu bukan berasal dari pabrik tahu dari pabrik roti dan tempe,”katanya.
Setelah mengecek lokasi tambah lurah Missa pihaknya kemudian mengundang kedua pihak untuk bertemu di kantor lurah tanggal 7 Agustus 2018 untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“masyarakat di pinggiran kali harus jaga kebersihan kali, pengusa tahu dan tempe buat bak penampungan dan tidak buang limbah ke kali, penduduk di bantaran kali di wajibkan buat lubang sampah dan dilaramg membuang limbah ke kali. itu solusi yang disepakati dalam pertemuan itu,”kata lurah Missa.

Youngkel Tasuib kabid penataan dan penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dinas Lingkungan Hidup kabupaten TTS mengatakan tanggal 7 Agustus 2018 pihaknya juga sudah mengecek ke lokasi setelah menerima pengaduan warga. Dan hasilnya hanya pabrik Tahu yang punya ijin lingkungan sementara Tempe dan Roti belum ada.

Pihaknya juga menemukan ada limbah yang mengalir dari pabrik tempe dan pabrik roti sehingga direkokendasikan kepada pengusaha pabrik tempe dan roti untuk mengurus ijin lingkungan.
Khusus untuk pabrik tempe kata Youngkel direkomendasikan untuk dihentikan sementara aktifitasnya sejak 7 Agustus 2018 lalu. “kalau sampai saat ini masih ada aktifitas pengolahan tempe maka ini melawan,”katanya. Kepada pengusaha roti juga disarankan untuk membuat ijin lingkungan.
Pengusaha roti Triyanto di depan Youngkel di kantor dinas Lingkungan hidup mengatakan usaha roti miliknya tidak memiliki limbah yang mengalir ke kali. yang mengalir ke kali adalah limbah rumah tangga seperti air cucian piring, pakaian dan air mandi bukan dari usaha roti. Triyanto berada di dinas lingkungan hidup untuk mengurus ijin lingkungan usaha rotinya.
Triyanto membantah sebagai pemilik usaha tempe yang limbahnya dialirkan ke kali di belakang pabrik rotinya. Ia mengaku yang punya usaha tempe adalah mas Daman.
Pantauan wartawan sekitar pukul 11.00 wita, kali mati itu berada diantara usaha roti dan usaha Tahu-Tempe. air berwarna kehitam-hitaman terlihat menggenangi beberapa bagian dasar kali. Tidak terlihat aliran limbah dari selokan yang mengulir dari bangunan berdinding seng yang berbatasan dengan pabrik Tahu Mas Daman.
Daman tidak berada di kediamannya saat hendak dikonfirmasi wartawan. “bapak lagi keluar,”kata seorang pemuda di rumah Daman yang juga sebagai alamat pabrik Tahu Barokah.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *