Disnakertrans TTS Sikapi Persoalan Buruh di Dolog SoE

oleh -1.3K views

Kota SoE,Fakta TTS-Pihak dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyikapi persoalan pemberhentian Eppy Liu sebagai mandor buruh di gudang Depog logistik (dolog) SoE.

Kepala seksi di bidang ketenagakerjaan Disnakertrans TTS, Benny Boru, Kamis (21/3/2019) pagi menyampaikan undangan mediasi telah diterbitkan untuk dikirim ke pihak terkait termasuk kepala gudang Dolog SoE untuk menghadiri acara mediasi yang akan dilakukan Disnakertrans TTS, Selasa (26/3/2019) pekan depan.
“Undangan sudah ada, kita kirim ke pihak terkait untuk mediasi Selasa pekan depan,”katanya.
Undangan itu dikeluarkan setelah pihaknya menerima pengaduan tertulis yang disampaikan Eppy ke Disnakertrans TTS, Rabu (20/3/2019).
Diakui Benny Boru, dibalik pengaduan soal pemberhentian Eppy Liu, ada persoalan serius yang perlu dicari tahu yakni menyangkut upah buruh pengangkut beras di gudang Dolog SoE sebesar Rp 17/ton. “Infonya di situ (gudang Dolog SoE) ada 21 buruh, kalau beras yang diangkut 21 buruh itu satu ton, maka bisa hitungannya 17 rupiah bagi 21 orang, itu berapa yang diterima buruh?,”tanya Benny.
Dijelaskan upah minimum provinsi saat ini sebesar Rp 1.795.000. untuk upah harian dibagi 25 untuk enam hari kerja atau dibagi 22 untuk lima hari kerja.
Sebelumnya Plt.kepala devisit regional (Kadivre) Bulog NTT, Aleks Malelak mengatakan upah buruh gudang dihitung berdasarkan volume kerja berdasarkan jumlah berat beras yang diangkut.
Sementara anggota komisi IV DPRD TTS, Ruba Banunaek,SE meminta Disnakertrans TTS untuk memproses tuntas persoalan upah buruh di gudang Dolog SoE tersebut karena menurutnya besaran upah tersebut sangat kecil jika dikaitkan dengan beban aktifitas buruh.
Dikatakan Ruba perlu dicari tahu berapa jumlah berat beras yang dipikul atau diangkut para buruh dalam sehari. Ini untuk mengetahui upah  yang didapat buruh dalam sehari. Dan dari situ baru dipastikan apakah upah harian buruh sudah sesuai upah minimum provinsi 2019 atau belum.
“Upah buruh Rp. 17 per kg sangatlah murah dalam 1 hari mereka para buruh bisa memikul berapa kilo gram beras? ini di hitung kembali dgn Rp. 17 dan kita akan mendapatkan upah harian dari sini baru kita bisa tau apa upah harian sudah sesuai dengan UMP NTT atau belum. Untuk itu saya meminta Dinas Tenaga kerja menelusuri penetapan upah minimal di Dolog TTS,”kata Ruba yang juga caleg partai Golkar dari dapil 4 DPRD TTS ini. (Jmb)
_____________________
Foto: Eppy Liu, (tengah) saat menyampaikan laporan di Disnakertrans TTS (insert: Ruba Banunaek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *