Ini Penjelasan Pemda TTS Soal Simpanan di Bank Lain

oleh -1.4K views

Kota SoE,Fakta TTS-Pemerintah daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) memberikan penjelasan kepada publik terkait informasi yang tersiar soal dana miliaran rupiah yang tersimpan di tiga bank lain selain bank NTT cabang SoE sebagai pemegang kas daerah.

Sekretaris daerah (sekda) Marten Selan,SH yang juga sebagai pelaksana harian (Plh) bupati TTS kepada Fakta TTS di ruang kerjanya, Jumat (18/1/2019) mengatakan selain bank NTT cabang SoE pihaknya juga memiliki simpanan dana di rekening BRI cabang SoE, BNI cabang SoE dan Bank Mandiri.
Hal itu dilakukan berdasar pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani bersama pada tahun 2016 lalu.
Alasan dilakukan PKS dengan bank lain selain bank NTT itu untuk memperlancar proses transaksi dan penyaluran dana ke pihak lain yang menjadi sasaran pembangunan. “Salah satu pertimbangan Pemda membuat PKS itu untuk memperlancar proses pencairan, penyaluran dana. Kalau semua di satu bank tentu rumit juga, antrian pasti terjadi,”katanya.
Dalam PKS itu kata Sekda Marten Selan telah ditetapkan soal pembagian jenis dana yang disimpan di keempat bank tersebut.
Untuk bank NTT hanya disimpan dana APBD II, BRI menyimpan dana PAD seperti Pajak Bumi Bangunan yang juga termasuk sebagai APBD II, BNI menyimpan dana-dana program pusat/APBN seperti dana kapitasi dan lainnya sementara bank Mandiri menyimpan dana BOS. Sedangkan untuk dana desa tersimpan di bank NTT, BRI dan BNI.
Sekda Marten tidak merincikan besaran dana di rekening yang ada di masing-masing bank. Namun Ia sempat menyebut untuk dana PAD yang tersimpan di BRI sekitar Rp 86 miliar dan di bank Mandiri sekitar Rp 5 miliar.
Soal minimnya dana di rekening kas Pemda di bank NTT di akhir tahun 2018 kemarin, ia menyayangkan persoalan itu diungkap ke publik lewat media. Mestinya kondisi tersebut diselesaikan secara intern antara dinas PKAD sebagai BUD dan pihak Bank.
Ia membenarkan terjadi kekurangan dana di rekening kas Pemda di bank NTT di akhir Desember itu saat permohonan pencairan banyak dan saol itu pihaknya menghubungi BRI untuk mentransfer Rp 25 miliar ke bank NTT untuk menjawab permohonan pencairan itu.
“Saat itu kita minta BRI transfer Rp 25 miliar ke bank NTT, itu  dana dari PAD kita yang ada di BRI, jadi bukan kita tidak punya dana, di bank NTT tidak cukup jadi kita ambil dari BRI,”katanya.
Dijelaskan keterlambatan proses pencairan dana pada akhir 2018 kemarin bukan karena persoalan ketersediaan dana namun itu karena persoalan penandatangan pejabat berwenang pada dokumen APBD perubahan tahun 2018.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal kewenangan Plh. Bupati untuk menandatangani perda APBD perubahan 2018 itu.
Ada Kaitan Dengan Hutang?
Sementara Alfred Baun, ketua Araksi TTS, punya pemikiran bahwa bisa saja soal adanya dana Pemda di bank lain di luar bank NTT ini diduga ada kaitan dengan hutang Pemda dengan pihak ketiga-pelaksana proyek yang terbawa dari tahun 2012 bertotal Rp 88 miliar yang kini masih dalam upaya pembayaran oleh Pemda TTS.
Alfred menduga hak para kontraktor tersebut belum bisa dibayarkan pada tahun yang bersangkutan karena bisa saja saat itu dana sementara berada di bank lain yang bukan sebagai pemegang kas daerah sehingga saat dokumen permohonan Pencairan dana ,SP2D, diajukan pemda ke bank NTT sebagai pemegang kas daerah, bank NTT tidak bisa mencairkan karena dana tidak mencukupi di rekening kas Pemda TTS.
“Ini dugaan kita saja, jangan sampai tahun tahun lalu itu hak para rekanan tidak bisa terbayar karena kondisinya sama seperti kasus akhir 2018 kemarin. Bank NTT tak bisa cair karena uang Pemda ada di luar, di bank lain,”kata Alfred, Kamis (17/1/2019).
Terkait ini sekda Marten Selan menegaskan kalau kondisi yang terjadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan tunggakan pembayaran hak rekanan tersebut. Dana untuk pihak ketiga itu akan dibayar.(jmb)
______________________
Foto: Marten Selan, sekda TTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *