Jelang Natal, Pemda TTS Razia Toko & Kios, Pastikan Produk Bahan Makanan Yang Beredar Layak Konsumsi

oleh -3.1K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Jelang perayaan hari Natal 25 Desember 2019 dan Tahun baru 1 Januari 2019, Pemda Timor Tengah Selatan (TTS) tengah gencar melakukan razia atau operasi ke toko-toko dan kios-kios yang menjual produk bahan makanan, minuman dan obat.

Ini dilakukan menyusul rentetan kejadian keracunan bahan makanan yang dialami warga di beberapa tempat dalam tiga bulan terakhir dan untuk memastikan Bahan makanan, minuman dan obat yang dijual di toko-toko dan kios-kios adalah barang layak konsumsi.
Mulai awal pekan ini tim gabungan Pemda dari sejumlah dinas kesehatan, koperindagkop, satpol PP, BPOM, aparat keamanan dan pemerintah kecamatan mendatangi toko dan kios di pasar-pasar kecamatan dan desa untuk memeriksa produk bahan makanan, minuman dan obat yang dijual pengusaha.
Produk bahan makanan dan minuman yang didapati sudah melewati batas waktu konsumsi atau kadaluarsa disita untuk di musnahkan.
“Semua bergerak di semua Kecamatan, untuk pastikan bahan makanan,minuman, obat yang dijual, bebas di konsumsi,”demikian kata Bupati TTS, Eppy Tahun,ST,MM kepada fakta-tts.com, Kamis (12/12/2019).
Di wilayah Amanatun Selatan dan Amanuban Selatan tim gabungan pemerintah dan aparat keamanan menemukan beragam jenis dan merk produk bahan makan dan minuman kadaluarsa yang masih dijual bebas.
Camat Amanatun Selatan, Ardi Benu menginformasikan
dalam Razia tim gabunhan, Rabu (11/12/2019)  di toko dan kios Sekitar Pasar Inpres Oinlasi yang Kapolsek Amanatun Selatan IPDA     M.L.Peterson Riwu, ditemukan produk barang, minuman, makanan dan obat kadaluarsa yang dijual di sejumlah kios dan toko yakni
6 kaleng ikan kemasan merk Bandung Sardin di kios Nurhayati Tse, 7 Minuman Kaleng Coca – Cola di kios Anisa Seo milik Anwar Baco,
16 Kaleng Coca-Cola dan 24 bungkus Mie Sedap Kari di kios sumber berkat milik Julius Woroms, 8 Bungkus Biskuit merk Interbis,Tiga Bungkus Biskuit merk Fanila,Tiga Bungkus Biskuit merk Malkist Crackers,satu bungkus biskuit Arrow Balrand, satu bungkus mie belalang kipas dan lima bungkus Margarine Amanda di kios Iren milik Goreti Lakapu,  5 minuman kaleng Coca- cola di kios Suli milik Bertolomeus Lakapu, 5  bungkus Mie Telur dan 3 bungkus Mie Belalang di kios Yuliana Nati dan 54 bungkus Masako Rasa Ayam di kios Puteri Cell milik Nurhayati.
Dari Amanuban Selatan, camat Johanis Asbanu menginformasikan dalam razia tim gabungan dari unsur forkopimca, BPOM dan dinas koperidnagkop yang dilakukan ditemukan ada sejumlah produk makanan dan minuman yang expired pada tahun 2017 lalu namun masih dijual. Barang-barang tersebut diamankan untuk dimusnahkan.
Usai memeriksa toko dan kios di pasar Polo, pihaknya mendapat informasi kalau lima warganya mengalami mual dan muntah usai minuman sacet Jas Jus di  desa Batnun.
Kelima warga, Istefanus Liu,  Martha Nubatonis,  Santi Lodo,  Irfan Lodo dan Mardan Lodo dibawa ke Puskesmas dan razia dilanjutkan ke desa lainnya.
Razia tersebut akan berlangsung hingga dipastikan tidak adalagi produk kadaluarsa yang beredar di masyarakat. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *