Kredit Macet Bank NTT SoE Ditangani Jaksa, Kajari Himbau Penunggak Lakukan Ini

oleh -2K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Pihak Bank NTT cabang SoE dan Kejaksaan Negeri (Kejari) SoE, Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (16/9/2019) melakukan penandatangan kerjasama penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. poin penting dalam kesepakatan kerjasama tersebut yakni pihak Kejari TTS diminta bantuan untuk mengatasi persoalan kredit macet para nasabah bank NTT cabang SoE.
Pimpinan bank NTT cabang SoE usai menandatangani naskah kerjasa sama dengan Kajari TTS,Fachrizal,SH menyampaikan total kredit macet bank NTT cabang SoE mencapai Rp 5,8 miliar lebih dari total kredit Rp 549 miliar lebih.
“Kita minta bantuan Kejari untuk bantu pulihkan kondisi kredit kami karena persentasi macetnya sudah mulai bergeser ke angka 1 persen lebih dari total kredit. Sebelumnya persentase  kredit macet kita hanya nol koma sekian persen, kini mulai bergeser ke angka satu koma sekian persen makanya kita minta bantuan jaksa sebagai pengacara negara untuk pulihkan ini,”kata Melkias Benu.
Dijelaskan kredit macet yang dipulihkan itu terhitung dari tahun 2015 lalu. Dan kebanyakan penunggak dari kalangan pihak ketiga atau rekanan pekerja proyek Pemda TTS. “Kebanyakan pihak ketiga, kontraktor, yang pinjam uang untuk kerja proyek tapi belum penuhi kewajibannya, selain itu ada juga dari KUR tapi nilainya kecil-kecil dibanding kontraktor,”katanya.
Melkias Benu menambahkan Tindaklanjut dari penandatangan kerjasa sama tersebut pihaknya akan menerbitkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada kejaksaan sebagai pengacara negara untuk melakukan upaca pengembalian kredit dari pihak nasabah yang bermasalah.

Kajari Fachrizal mengatakan setelah menerima SKK dari bank NTT cabang SoE, pihaknya akan menganalisa SKK tersebut untuk memilah mana yang masuk ranah perdata dan tata usaha negara dan mana yang masuk pidana.

Mudah mudahan kami bisa bantu mendorong aktifitas bank NTT menjadi lebih baik.

“Setelah ada surat kuasa khusus kita akan analisa, mana perdata mana pidana. Disitu juga baru bisa kita tahu berapa besar yang mau ditagih,”katanya.
Kajari Fachrizal mengimbau kepada pihak nasabah yang belum melunasi kewajibannya dengan bank NTT agar segera menunaikan kewajibannya tersebut.
“Soal prosesnya dengan masyarakat kami akan undang untuk bicara soal kewajibannya itu tapi saya himbau agar yang masih punya kewajiban dengan bank NTT agar segera menunaikannya,”kata Fachrizal.(jmb)
______________
Foto: Kajari TTS, Fachrizal (kiri), pimpinan bank NTT cabang SoE Melkias Benu (kanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *