PDAM TTS Untung, Rp 1,2 Miliar Tersimpan di Bank NTT

oleh -2.7K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Ditengah pengeluhan pelanggan karena layanan air yang dirasa tidak normal, PDAM TTS ternyata mengalami keuntungan dalam operasional pelayanan air bersih bagi warga pelangganya di delapan IKK yang ada di kabupaten TTS.

Direktur PDAM TTS, Lelly Hayer kepada wartawan di ruang kerjanya , Kamis (12/12/2019) mengatakan Keuntungan PDAM TTS rata-rata mencapai Rp 100 juta setiap bulannya. Keuntungan itu berasal dari pembayaran tagihan para pelanggan PDAM TTS yang mencapai 7.058 konsumen.
Dalam hampir setahun ini keuntungan PDAM TTS tersimpan Rp 1,2 miliar di Bank NTT. Uang tersebut diluar modal Rp 900-an juta dari Pemda TTS yang diberikan ke PDAM tahun 2012 lalu untuk dikelola.
Sejak berlaku tarif air baru pada Januari 2019 kata Lely
Penerimaan atau pendapatan kotor PDAM dari pelayanan air rata rata mencapai bulan Rp 500-an juta/bulan. Pendapatan itu menurun pada musim panas yang hanya mencapai sekitar Rp 400-an juta.
Dari pendapatan itu jelas Lelly, dipakai untuk memenuhi kebutuhan operasional PDAM seperti gaji 61 orang karyawan sebesar Rp 275 juta/bulan, Listrik Rp 57-58 juta/perbulan. Biaya perbaikan jaringan rusak antara Rp 21-22 juta/bulan. Itu belum termasuk perbaikan kendaraan operasional yang rusak dan perjalanan dinas.
“Pendapatan perbulan itu Rp 500-an juta dan Pengeluaran Rp 400-an juta perbulannya, jadi Tiap bulan ada kelebihan Rp 100-an juta,”katanya.
Meski mendapat untung namun dikatakan PDAM belum bisa dibebani PAD karena aturannya suatu perusahaan daerah baru bisa dibebani PAD jika 80 persen penduduk di daerah yang bersangkutan sudah terlayani jaringan air PDAM.
“Untuk PAD harus 80 persen penduduk terlayani jaringan air PDAM, sekarang baru sekitar 10 persen. Di kabupaten TTS ada 32 kecamatan dan yang baru terlayani jaringan PDAM baru di 8 kecamatan,”katanya.
Perluasan jaringan ke kecamatan-kecamatan kata Lely Hayer adalah urusan tekhnis dari dinas terkait. Pihaknya hanya diberikan kewenangan mengelola oleh dinas tekhnis jika jaringan sudah diserahkan ke PDAM. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *