UPT Kehutanan TTS Ancam Tutup Taman Wisata Bu’at, Ini Kata Kadis Pariwisata TTS

oleh -4K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pihak Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan  (UPT KPH) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, mengancam akan menutup taman wisata Bu’at dalam kawasan kehutanan di desa Noinbila kecamatan Molo selatan.
Kepala UPT KPH kabupaten TTS, Frans Benyamin Fobia,S. Hut, yang dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (13/12/2019) menyampaikan langkah tegas akan diambil jika di tahun 2020, Pemda TTS tidak mengurus ijin pemanfaatan kawasan hutan tersebut. Saat ini meski belum berijin dari kementerian kehutanan namun taman wisata Bu’at telah menjadi salah satu sumber pemasok PAD melalui dinas pariwisata kabupaten TTS.
Frans Fobia menjelaskan kawasan hutan Bu’at mulai dimanfaatkan Pemda saat Cornelis Tapatap (almarhum) menjabat bupati, namun saat itu kewenangan kepengurusan masih menjadi kewewenangan Kabupaten.
Tapi belakangan kewenangan tersebut diambil oleh Dinas Kehutanan Provinsi NTT sehingga Pemda TTS dalam hal ini dinas pariwisata harus mengurus ijin pemanfaatannya.
“Sejak dibuka dijaman bupati bapak Cornelis Tapatap (almarhum), dinas pariwisata belum mengurus ijin pemanfaatan kawasan hutan,”kata Frans Fobia.
Ia menambahkan pihaknya sudah menemui Bupati TTS Egusem Pieter Tahun untuk menjelaskan tentang pemanfaatan kawasan hutan Bu’at yang dijadikan taman wisata tersebut oleh dinas pariwisata kabupaten TTS.
“Kami sudah ketemu Bupati dan sudah jelaskan status kawasan hutan yang dijadikan taman rekreasi. Tapi belum ada tanggapan,”kata Frans.
Frans juga mengaku sudah berulang kali mengingatkan dinas Pariwisata untuk mengurus ijin pemanfaatan kawasan hutan oleh Pemkab TTS.
“Kami juga sudah ingatkan dinas pariwisata untuk mengurus ijin atau kerja sama sehingga ada dasar untuk pengelolaan,”ucap Frans.
UPT KPH TTS memberikan tenggang waktu kepada dinas pariwisata Kabupaten TTS untuk mengurus ijin penggunaan kawasan hutan di Bu’at. Jika masih saja tidak menghiraukan maka akan ditutup secara paksa. “Kami kasih waktu kepada dinas pariwisata sampai dengan tahun depan untuk mengurus ijin, kalau sampai masih lalai maka kami akan tutup,” tegas Frans Fobia.
Sementara kepala dinas pariwisata kabupaten TTS, Tian Yosis Tallo yang dikonfirmasi pertelepon Jumat sore menyampaikan ia belum bisa memastikan apakah pemanfaatan taman Bu’at oleh dinas pariwisata TTS itu sudah berijin atau belum. “Soal apakah sudah ada ijin atau belum, saya harus cek dulu dokumen-dokumen soal itu karena pemanfaatan kawasan itu sudah dari tahun 1973, kami kan baru disini (dinas pariwisata),”katanya.
Tian menambahkan soal pemberian ijin dan pemanfaatan kawasan itu adalah urusan pemerintah dengan pemerintah sehingga jika ada persoalan tentunya akan dikoordinasikan kedua belah pihak.
Namun setahu Tian, hingga kini belum ada surat apapun dari instansi berwenang ke pihaknya terkait pemanfaatan kawasan taman Bu’at itu. “Kalau pun pemanfaatannya salah tentu ada koordinasi. Inikan urusan pemerintah dengan pemerintah. Tapi sejauh ini belum ada surat atau apa yang kami terima soal pemberitahuan kalau itu melanggar aturan,”katanya.(Pau/jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *