Bupati Perlu Tempatkan Orang Profesional dan Jujur di PD Mutis Jaya

oleh -1.9K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Mati hidupnya operasional Perusahaan Daerah (PD) Mutis Jaya milik pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukan ketidakmampuan manajerial dari orang-orang yang duduk dalam struktur manajemen perusahaan.

Jika bupati TTS menginginkan perusahaan tersebut berjalan baik untuk menunjang pembangunan daerah maka perlu ditempatkan orang-orang profesional dan jujur untuk mengelola perusahaan tersebut.
Demikian yang disampaikan Wellem Tan, pengusaha di kabupaten TTS dan Aleks Funome, salah seorang warga lewat media berbeda terkait dengan kondisi perusahaan plat merah tersebut yang terseok saat ini.
“Pengurus harys orang profesional dan berjiwa bisnis dan Perlu juga proteksi dan interfensi Pemda dari sisi modal dan pasar,”kata Wellem Tan, lewat layanan WhatsApp.
Menanggapi berita fakta-tts.com berjudul  “PD Mutis Jaya Macet Lagi?…” Yang terposting di Acun facebook fakta TTS online, Acun Alex Funome juga punya pendapat yang sama.
Kondisi yang terjadi di PD Mutis Jaya menurut Alek kemungkinan karena pengelola kurang profesional sehingga dibutuhkan kalangan profesional untuk mengelola perusahaan tersebut. “Kemungkinan besar SDM pengelolanya tdk profesional.administrasi keuangan hrs bagus.personil dirampingkan spy beban keuangan bisa hemat.pilih org2 profesional utk kelola dgn modal jujur,transparan dan klu bisa tiap 4 bln hrs audit biar terhindar dari hal2 yg tdk diinginkan..mkasih.tetap semangat.pasti bisa,”tulis Alex Funome dalam komentarnya.
Diberitakan sebelumnya mantan direktur operasional PD Mutis David Pitay belum lama ini kepada wartawan menyampaikan aktifitas perusahaan mulai tak lancar lagi setelah masa kerja direksi berakhir tahun 2015 sejak dilantik tahun 2011. Ia tidak mengetahui persis kenapa aktifitas perusahaan itu tak lagi seperti biasa saat direksi masih aktif, belum selesai masa kerjanya. “Sejak masa kerja kami selesai sudah mulai tidak lancar, aktifitas penjualan ATK juga tidak seperti biasa,”katanya.
Bidang usaha perusahaan tersebut kata David diantaranya jual beli ATK, foto copy, jasa angkutan material bangunan dan lainnya.
Perusahaan tersebut pada tahun 2011 lalu baru diaktifkan lagi oleh Ir. Paul V.R Mella, M.Si yang kala itu menjabat bupati TTS. Perusahaan tersebut diaktifkan kembali setelah mati suri dalam kepemimpinan sebelumnya.
Untuk menghidupkan kembali operasional perusahaan tersebut saat itu Pemda mengalokasikan dana sebesar Rp 1,2 miliar sebagai modal usaha yang dialokasikan dalam dua tahun anggaran. Tahun pertama sebesar Rp 700 juta dan tahun beeikutnya Rp 500 juta.
Anggaran tersebut kata David diantaranya digunakan untuk membiayai operasional karyawan, membeli barang peralatan tulis menulis perkantoran untuk didagangkan, membeli satu unit dump truk untuk disewakan (jasa angkutan), simpan pinjam dan lainnya.
David mengakui setelah berakhirnya masa kerja mereka telah dilakukan audit oleh inspektorat terhadap pemanfaatan dana yang disertakan Pemda sebagai modal tersebut.
Pantauan fakta-tts.com Senin (15/6/2020) sekitar pukul 10.00 wita, pintu kantor PD Mutis jaya sudah terbuka dan ada satu orang karyawan di dalam kantor tersebut.
Paul Edu, karyawan yang ada mengatakan aktifitas baru dibuka lagi Senin ini. Sebelumnya kata Paul mereka hanya datang membersihkan kantor yang beralamat di jalan Ir.Soekarno nomor 4 kelurahan Taubneno kota SoE tersebut.
“Mulai masa covid-19 itu kita tidak buka rutin lagi, hanya datang bersihkan saja,”kata Paul yang menambahkan pada Februari 2020 kemarin ia dan salah satu rekannya Simon O. Anone pernah mengeluh ke komisi II DPRD TTS soal kelanjutan aktifitas PD Mutis Jaya namun saat itu komisi menyampaikan akan meneruskan informasi tersebut ke Pemda TTS.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *