Pasar Mingguan di TTS Bisa Dibuka Kembali

oleh -3.9K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Dalam Paripurna LKPj bupati Timor Tengah Selatan (TTS) , provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruang sidang DPRD TTS, Jumat (15/5/2020) siang mencuat desakan sejumlah anggota DPRD kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk membuka kembali pasar mingguan di desa-desa yang ditutup akhir Maret 2020 lalu dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Uksam Selan, ketua fraksi PKPI dan rekan se-fraksi, Sefrid Nau dan Yudi Arifus Selan anggota fraksi Demokrat menyampaikan pasar mingguan yang ditutup sudah lebih dari sebulan itu telah memberikan efek kurang baik bagi perekonomian petani karena hasil pertanian dan perkebunan mereka tak bisa dijual. Kondisi tersebut ditemukan dalam masa reses yang baru dilewati. Pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan tersebut untuk pulihkan ekonomi petani.
Uksam Selan menyarankan kepada Pemda TTS agar pasar dibuka dengan penataan pedangang dan pembeli sesuai standar penanganan covid-19 dengan pengawasan ketat dari petugas.
Menanggapi itu bupati Egusem Piether Tahun yang menghadiri paripurna tanpa wakil bupati Jhony Army Konay mengatakan pihaknya mengambil kebijakan menutup pasar desa karena mempertimbangkan keselamatan warga desa terkait ancaman virus Corona.
Pihaknya juga ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat petani ditingkat bawah pasca penutupan pasar tersebut. “Saya juga punya nurani, tak mungkin mau menyusahkan mereka, tapi ini soal hidup mati, keselamatan masyarakat itu utama,”kata bupati Eppy Tahun.
Ia menambahkan pihaknya bisa saja membuka kembali pasar desa namun itu akan tergantung perkembangan penyebaran covid-19 di kabupaten TTS.
Angka sebaran covid-19 di TTS untuk ODP, PDP, OTG yang terus bertambah dan adanya dua pasien positif di Kota SoE kata bupati Eppy sangat tidak memungkinkan untuk pihaknya membuka kembali pasar desa saat ini. Karena jika dibuka saat ini maka interaksi masyarakat akan sulit terkontrol dan itu akan menimbulkan resiko besar bagi keselamatan warga dari ancaman virus mematikan tersebut.
Bupati Eppy mengatakan untuk membuka kembali pasar desa, pihaknya akan melihat perkembangan kasus dalam 14 hari kedepan. “Kita akan lihat 14 hari kedepan, kalau angkanya menurun dan pasien positif sembuh kita bisa mempertimbangkan untuk membuka kembali pasar di desa,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *