Tak Ada Pilihan, Hanya Pasar Inpres SoE

oleh -6.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pasar Inpres SoE, pasar terbesar di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi satu-satunya alternatif bagi petani di wilayah itu untuk menjual hasil bumi mereka, setelah penutupan pasar mingguan di desa oleh pemkab TTS, akhir Maret 2020 lalu untuk pencegahan penyebaran covid-19.
Melianus Koa, petani asal kecamatan Noebeba dan Yohana Nabu asal kecamatan Molo barat kepada fakta-tts.com di pasar inpres SoE, Senin (18/5/2020) mengatakan mereka terpaksa membawa hasil kebun mereka ke pasar inpres SoE karena tak ada pilihan lain untuk menjual Jagung, ubi dan sayuran mereka.
Yohana yang biasanya menjajakan hasil kebunnya di pasar Batu putih dan Kapan-Molo Utara mengatakan sudah lebih dari sebulan ia datang menjual hasil kebunnya di pasar inpres SoE. Ia pernah mencoba membuka lapak sayur di depan rumahnya namun tidak laku karena sesama warga juga punya hasil kebun yang sama.
“Saya terpaksa datang jual disini (pasar inpres) karena saya coba jual di kampung tapi tidak laku,”kata Yohana.
Ia bersyukur karena semenjak berjualan di pasar Inpres SoE, sayuran yang dibawa selalu habis terjual. “Hari ini saya bawa, daun ubi dan bunga pepaya. Syukur sudah laku habis,”katanya.

Melianus Koa, mengatakan dimasa pandemi Covid ini, ia terpaksa berganti barang dagangan dari jualan Jagung ke usaha mencari dan menjual besi tua. Ini karena harga Jagung saat ini di desanya sangat rendah antara Rp 2000-Rp 2500/kilogramnya.

Besi tua yang diperoleh dibawa dan dijual ke pasar Inpres SoE karena sudah ada pembeli yang menunggu.
Ia mengatakan isterinya juga membawa sayur ke pasar inpres SoE untuk dijual. Hanya persoalannya kadang sayuran yang dibawa isterinya tidak terjual habis karena banyaknya pedagang sayur dari desa-desa lain yang datang di pasar inpres SoE untuk maksud yang sama.
Jika di pasar inpres tidak habis terjual maka akan dijual keliling Kota SoE hingga habis terjual.
Pantauan fakta-tts.com, Senin dan Selasa hari ini area pasar tampak dipadati pedagang dan pengunjung. “Setiap hari ramai begini karena banyak orang dari desa yang datang bawa hasil untuk dijual,”kata Marten, penjual air keliling di pasar inpres SoE. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *