Ketersediaan Vaksin di TTS Jauh Dari Kebutuhan

oleh -366 views
Fatumnasi, fakta-tts.com – Jumlah ketersediaan Vaksin ternak sapi di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun ini jauh dari kebutuhan daerah. Dosis vaksin yang diadakan hanya 68.000 sementara yang dibutuhkan minimal sebesar 80 persen dari populasi ternak sapi saat ini yakni 210.037 ekor.
Ini disampaikan kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten TTS, Dianar A.S Ati kepada fakta-tta.com usai pencanangan vaksin ternak tahun 2021 oleh Bupati Egusem Piether Tahun di area Peternakan sapi kelompok peternak Sinar Paenman di desa Fatumnasi kecamatan Fatumnasi, Rabu (19/5/2021).
“Dibanding populasi ternak vakisn yang tersedia sedikit. populasi ternak sapi saat ini 210.037 ekor. Sementara yang ada saat ini hanya 68 ribu dosis, atau sekitar 30-an persen. Kita butuh minimal 80 persen dari populasi yang ada,”kata Dianar.
Ia berharap ada perhatian dan dukungan dari semua pihak untuk pengamanan kesehatan hewan di kabupaten TTS tersebut.
 “Butuh perhatian kita semua untuk pelaksanaan pengamanan ternak. Kita Harap ada peningkatan dosis vaksin untuk kita,”katanya.
Pelaksanaan vaksinasi bagi ternak di kabupaten TTS sendiri dihadapkan pasa persoalan pola beternak dari masyarakat yang melepas ternak mereka di lapangan. “Pola beternak yang lepas di Padang ini menyulitkan petugas juga saat mau vaksinasi. Jadi memang bisa ada ternak yang tak dapat divaksin setiap tahunnya,”katanya.
Bupati Egusem Tahun mengatakan beternak sapi bukan hal baru di TTS namun cara beternak warga yang membutuhkan upaya serius dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas ternak di kabupaten TTS.
“kalau untuk meningkatkan produksi harus ada perlakuan khusus untuk sapi,”katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Insiminasi Buatan (IB) atau kawin suntik bagi 2 ekor sapi milik kelompok tersebut.
“Dengan insiminasi buatan kualitas dan kuantitas sapi akan meningkat. Harapan kita sapi yang di IB tak dilepas. Camat harus kawal ini. Ini suatu lompatan untuk lebih baik dalam usaha Peternakan kita,”katanya.
Disampaikan kadis Dianar kepada wartawan, untuk Fatumnasi IB sudah dilakukan untuk
29 ekor sapi. Ada 11 ekor yang sudah diperiksa dan 7 diantaranya hamil sementara empat ekor lainnya gagal IB. Masih 18 ekor sapi milik kelompok itu yang harus diperiksa lagi.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *