Minanjau Galeri Wanita Tani Ajaobaki, Wakil TTS di Festival Desa Binaan Bank NTT

oleh -485 views
Ajaobaki, fakta-tts.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Piether Tahun,ST, MM bersama jajaran dan pihak Bank NTT cabang SoE mengunjungi  Galeri Kelompok UP2K wanita tani Sukamuju di desa Ajaobaki kecamatan Molo Utara.
Apresiasi dan dukungan diberikan bupati Tahun dengan harapan gebrakan kelompok tani wanita Suka maju menjadi motivasi bagi kelompok yang lain.
Kunjungan Bupati dan jajaran perangkat daerah tersebut kata Pemimpin bank NTT cabang SoE, Ratna Touor, dirasa sebagai suatu bentuk dukungan Pemda TTS terhadap festival desa binaan Bank NTT. Pihaknya berterimakasih atas perhatian pemkab tersebut.
Kelompok tani wanita Suka Maju ini merupakan wakil kabupaten TTS yang diikutsertakan bank NTT cabang SoE dalam festival produk unggulan  desa binaan Bank NTT tingkat provinsi Nusa Tenggara Tinur (NTT). Hasil lomba dari festival ini baru akan diumumkan bulan Juli mendatang ini.
Kelompok tani ini beranggotakan 15 orang perempuan yang adalah anggota Tim Penggerak PKK desa Ajaobaki.
Kata Meriana Kase – pinat, ketua UP2K wanita Suka maju, mereka memulai usaha produk pangan lokal tersebut pada 16 Desember 2017 lalu dengan modal awal Rp 2,5 juta yang bersumber dari dana PKK desa Ajaobaki dan dana swadaya Rp 2,5 juta.
“Rp 2,5 juta uang PKK itu kita pakai untuk pelatihan kemudian Rp 2,5 juta kita pakai sebagai Modal awal usaha dan pinjaman dari bank NTT Rp 50 juta. Selanjutnya ada juga bantuan  Rp 25 juta untuk bangunan ini kemudian tahun berikutnya ada lagi Rp 5 juta untuk kita beli peralatan usaha. Setelah itu baru ada intervensi Dari dinas Koperindag dan lainnya termasuk pinjaman  Rp 5 juta lagi dari bank NTT dan bantuan dari kementerian Rp 30 juta,”kata Meriana.
Ada 32 jenis produk unggulan pangan lokal yang diproduksi kelompok tani wanita Suka maju yakni
Stik ubi jalar ungu, stik ubi kuning, stik kentang, stik labu kuning , stik wortel, stik kacang hijau, stik jagung, stik Pisang, keripik singkong, kripik pisang, keripik pisang, keripik kentang, kripik ubi jalar ungu, keripik talas, kue rambut ubi jalar, jagung goreng, jagung bunga, kacang goreng, kacang telur, brownis singkong, brownis wortel, luat, kopi jahe, madu, instan kunyit, instan jahe, instan temulawak kopi, instan temulawak kuning, anggur pisang anggur jahe, kain tenun motif daerah dan souvernir.
Usaha mereka kata Meriana dirasa cukup berkembang dilihat dari pendapatan yang diraup perbulannya. “Rata-rata pendapatan kami perbulan itu Rp 30-an juta. Tahun 2020 kemarin total pendapatan kami Rp 326 juta,”katanya.
Dikatakan Meriana, Produk yang dihasilkan selain dijajakan di galeri mereka yang tepat berada di tepi jalan menuju obyek wisata Fatumnasi, juga dipasarkan ke Kupang dan Kota SoE. “Di Kupang ada dua tempat yang jual, kalau di SoE kita pasarkan lewat jaringan dinas koperindag dan galeri depan kantor bupati,”katanya.
Pihaknya berterimakasih kepada pihak Bank NTT yang telah mengikutkan mereka dalam ajang festival tersebut karena hal tersebut telah membantu mereka dalam mengenalkan produk pangan lokal yang dihasilkan dari bahan baku khas kabupaten TTS. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *