Rekening Debitur Bank NTT Cabang SoE Terblokir, Efek DAU Telat Masuk

oleh -1K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Persoalan keterlambatan transfer masuk Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat ke rekening kas daerah pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan di bank NTT cabang SoE, bulan April kemarin, berefek ke pemblokiran rekening nasabah ASN yang punya pinjaman (Debitur) di bank NTT cabang SoE. Bukan hanya di bulan April ini namun pemblokiran juga terjadi pada Januari 2021.

Sejumlah debitur menyampaikan keluhannya ke wartawan soal pemblokiran tersebut. “Kita mau ambil sisa gaji kita setelah potong angsuran tidak bisa karena rekening diblokir,”kata salah seorang debitur yang berprofesi guru kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Pemimpin bank NTT cabang SoE, Ratna Touor, didampingi Wakilnya Viktor Payong Beda yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemblokiran rekening Debitur tersebut.
“Pastinya yang terblokir itu rekening nasabah ASN yang punya pinjaman. Pemblokiran itu karena transfer DAU masuk terlambat,”kata Ratna. Untuk diketahui sumber dana gaji ASN adalah DAU.

Ia menambahkan saat proses pemberian pinjaman sudah disepakati antara pihak bank dan debitur terkait pemblokiran tersebut. Yang mana pihak bank akan memblokir dana nasabah untuk satu bulan angsuran. Ini untuk menjaga kelancaran pembayaran angsuran debitur jika terjadi kondisi tertentu yang membuat nasabah tak bisa membayar angsurannya secara normal.
“Kita memang ada kesepakatan blokir satu bulan angsuran, itu untuk menjaga jangan sampai nanti ada kondisi tertentu yang buat nasabah telat mengangsur kita ambil dari dana yang kita blokir itu. seperti kalau DAU terlambat masuk ke kas daerah, ASN juga tidak terima gaji, disitu kita ambil dari dana yang kita blokir nanti setelah DAU sudah masuk sistim akan normal kembali, pemblokiran itu sudah diatur sistim,”katanya.

Meski terjadi pemblokiran namun kata Ratna pihaknya belum menerima komplain dari debitur.

“Nasabah mesti mengadu ke kita kalau merasa ada masalah tapi sampai saat ini belum ada komplain yang masuk ke kita,”kata Ratna.

Dikatakan pemblokiran juga terjadi pernah terjadi pada Januari 2021 kemarin karena persoalan yang sama, DAU telat masuk ke rekening kas daerah. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *