Tak Lagi Jeruk Keprok, Ferdy Beralih ke Jeruk Asal Australia

oleh -719 views
Oelbubuk, fakta-tts.com – Desa Oelbubuk kecamatan Molo tengah merupakan salah satu sentra produksi Jeruk Keprok di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Halaman hampir semua rumah di wikayah itu ada pohon jeruk yang telah menjadi ikon kabupaten TTS itu. Jeruk Keprok pun menjadi salah satu sumber pendapatan warga.
Ferdy Modok adalah salah satu warga Oelbubuk yang sudah lama membudidaya jeruk Keprok sebagai sumber pendapatan keluarga.
Namun mulai tahun 2012 kemarin Ferdy tak lagi menanam jeruk Keprok untuk memenuhi tuntutan ekonomi keluarganya. Ferdy beralih ke jeruk Hickson, jeruk asal Australia. Anakan jeruk Hickson diperoleh dari balai Pertanian Oelbubuk.
Kepada fakta-tts.com di Oelbubuk, Jumat (21/5/2021) Ferdy mengungkap alasan ia beralih dari menanam jeruk Keprok ke jeruk Hickson.
Produksi Jeruk Keprok di lahannya dirasa tidak stabil. Jeruk Keprok miliknya juga tak tahan hama sehingga mudah mati.
“Jeruk Keprok Soe tidak stabil dalam memproduksi buah, selain itu mudah mati akibat tidak tahan dari serangan hama penyakit. Sedangkan jeruk hickson jauh lebih menguntungkan baik dari segi ketahanan serangan hama maupun kualitas produksi buah lebih baik,”kata Ferdy.
Ia mengatakan sejak beralih menanam jeruk hickson tahun 2012 lalu ia sudah  lima kali panen. “Setiap kali panen bisa dapat Rp 50 juta karena biaya yang saya keluarkan tidak banyak tapi produksinya lumayan dan pembeli langsung jemput,”tambahnya.
Ferdy memiliki lima lahan yang tiap lahannya berluasan sekitar 50 are.
Jeruk Hickson hasil lahannya juga kata Ferdy sudah dikenal pembeli dari luar pulau Timor sehingga memudahkan dia dalam penjualan. Satu kilogram jeruk Hickson dijual dengan harga Rp 25.000. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *