Berkas Perkara Kepala Puskesmas Nunkolo, Lengkap

oleh -2.6K views

Kota SoE,Fakta TTS-Berkas Perkara kasus pengroyokan yang diduga dilakukan,AK,  Kepala puskesmas (Kapus) Nunkolo, GB dan OF, karyawan puskesmas dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Timor Tengah Selatan (TTS).

“Berkasnya sudah P21 pada 14 September (2018), tinggal menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti saja,”kata Iptu Jamari, kasat reskrim Polres TTS di Mapolres TTS, Senin (17/9/2018).

Iptu Jamari mengatakan AK,GB dan OF ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu karena sesuai bukti-bukti dan keterangan saksi yang dihimpun penyidik ketiganya diduga telah melakukan pengroyokan atau penganiayaan secara bersama-sama terhadap Markus Missa, warga setempat yang mengantar isterinya memeriksa kehamilan isterinya di puskesmas, Jumat (29/6/2018) lalu.

Usai diperiksa bulan lalu kepada wartawan, AK membantah telah melakukan pemukulan terhadap Markus Missa.”bukan saya yang pukul, saya tidak pukul dia (Markus Missa),”katanya.

Ia mengatakan sesuai yang ia lihat yang melakukan pemukulan terhadap Markus adalah Gusti Bisilisin, pegawai puskesmas Nunkolo dan Yos Tamelan, suami dari bidan Diana Fallo. Namun pemukulan tidak dilakukan secara bersamaan. Gusti lebih dahulu memukul Markus baru beberapa saat kemudian Yos Tamelan melakukan hal yang sama.

Dijelaskan AK, Gusti memukul Markus karena Markus lebih dulu menyerang Gusti dengan pukulan namun pukulan Markus tidak mengena Gusti sehingga Gusti balik memukul Markus. Markus menyerang Gusti saat Gusti hendak melerai keributan antara Markus dan sejumlah karyawan puskesmas.

Kata AK ia melihat dua pukulan Gusti mendarat di wajah Markus yang diketahui dalam kondisi mabuk minuman keras. “pukulan gusti kena pelipis kanan (Markus), saat kena pukulan, Markus jatuh,”katanya

Beberapa saat kemudian datang Yos Tamelan yang diketahui adalah anggota TNI. Setahu Alvian, Yos datang ke tempat itu karena dihubungi isterinya Diana Fallo yang sebelum kejadian baku pukul antara Gusti dan Markus, sempat dilempari sepatu oleh Markus yang marah-marah karena mengganggap puskesmas menolak memeriksa kehamilan isterinya, Antonia Nomlene.

Begitu tiba, kata AK, Yos langsung menanyakan kepada Markus soal alasan Markus melempari isterinya dengan sepatu yang mengenai bagian dada isterinya. Saat itu kata Alvian, Markus mengaku melakukan itu dalam keadaan mabuk miras.
Mendengar itu, Yos lalu menghajar Markus hingga babak belur.

AK mengaku menghormati proses hukum namun polisi harus obyektif dalam memproses suatu kasus.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *