Kades Lilo Diduga Terlibat Penganiayaan, Korban Pertanyakan Penanganan Kasus

oleh -1.5K views

Kota SoE, Fakta TTS-Kepala desa (Kades) Lilo kecamatan Amanatun utara kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT, IA diduga terlibat penganiayaan bersama FA dan IA terhadap Semuel Fay, warga dusun B desa Lilo tanggal 2 Januari 2018 lalu.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Amanatun Utara tanggal 2 Januari 2018 lalu namun hingga kini perkembangan penanganan kasusnya tidak jelas dirasa oleh pihak korban dan keluarga.

Kepada wartawan di rumah salah satu keluarga korban di desa Kesetnana kecamatan Molo selatan, Selasa (17/4/2018) korban dan keluarga pertanyakan kelanjutan penanganan kasus tersebut setelah mereka di periksa penyidik Markus Raja Dju tanggal 3 Januari 2018 lalu.

“Bulan Februari itu kami sudah pertanyakan ini ke Polsek dan juga Polres tapi sampai sekarang perkembangannya tidak jelas. Kami mohon kasus ini dituntaskan prosesnya,”kata Semuel Fay didampingi Baltasar Alunat dan Martinus Linome.

Baltasar menduga ada permainan pihak terkait sehingga laporan kasus tersebut terkesan mandek prosesnya.

Kapolsek Amanatun utara, Ipda Jimmy Sulaiman yang dikonfirmasi pertelepon Selasa (17/4/2018) membenarkan adanya laporan tersebut dan dijelaskan laporan tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik. Rencananya Kamis (19/4/2018) ada pemeriksaan saksi tambahan.
“Kasusnya masih dalam proses. Kamis ini ada periksa saksi lagi,”jelasnya.

Sesuai surat pemberitahuan perkembangan penanganan yang diterima pihak korban kasus tersebut diproses berdasarkan laporan ke polsek Amanatun utara tanggal 4 Januari 2018 dengan nomor B/01/I/2018/sek Atun Utara dengan pasal yang dipakai penyidik adalah 170 ayat 1 KUHP dan pasal 351 ayat 1 KUHP.

Baltasar Alunat dan Semuel Fay menjelaskan dugaan penganiayaan itu ada kaitannya dengan kepemilikan lahan yang diserahkan Maxi Fay, Felipus Fay dan Paulus Alunat ke pihak Paroki Santo Columba pada tahun 1973 lalu.
Saat Semuel Fay beraktifitas di lahan itu tanggal 2 Januari 2018 lalu datang kades IA, FA dan IA yang diduga keberatan atas adanya aktifitas diatas lahan tersebut sehingga kemudian diduga terjadilah penganiayaan tersebut. Semuek Fay mengaku dirinya telah divisum pihak medis terkait dugaan penganiayaan tersebut. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *