Lapor Orang Hilang, Babinsa Molo Barat Diapresiasi Polisi

oleh -1.7K views
Kota SoE,Fakta TTS-Bintara pembina desa (Babinsa) Molo barat Komando distrik militer (kodim) 1621/Timor Tengah Selatan (TTS), sersan dua (serda) Ike Arkiang, Jumat (5/1/2018) melapor ke Polres TTS tentang hilangnya, Merlin Rosalina Tola (19), dari rumahnya di desa OeUban kecamatan Molo barat sejak tahun 2013 lalu. Ike datang bersama keluarga Merlin. Mereka meminta polisi melacak keberadaan Merlin yang diduga telah berada di luar negeri sebagai TKW tanpa
Sepengetahuan orang tuanya.
Kepada Fakta TTS, Ike mengatakan ia lebih dulu didatangi oleh Melianus Tola, ayah Merlin yang menyampaikan kehilangan anak perempuannya.
Dari laporan itu, ia kemudian meneruskan laporan tersebut ke polisi untuk ditindaklanjuti.
“Ada pengaduan dari orang tua ke saya kemudian saya bawa mereka kesini untuk buat laporan karena dugaan kami anak ini sudah dijadikan TKW ke luar negeri, sekarang ini kan banyak kasus TKI ilegal asal TTS yang diusut tuntas Polres TTS, kami minta ini juga diusut tuntas karena bisa saja ini juga kasus TKI ilegal karena orang tua anak ini sampai sekarang tidak tahu anak mereka dimana, tidak ada informasi yang diperoleh orang tua soal keberadaan anak ini,”kata Arkiang yang mengaku turut prihatin dengan maraknya kasus TPPO dengan korban warga kabupaten TTS.
Ia mengharapkan pemda TTS menyikapi serius terhadap kasus TPPO karena sudah banyak warga TTS yang menjadi korban TKI ilegal.
Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Yohanis Suhardi mengapresiasi sikap serda Ike Arkiang yang dianggap telah membantu polisi dalam memberantas TPPO di kabupaten TTS.
Kasat Suhardi mengatakan pemberantasan TPPO oleh polisi membutuhkan dukungan semua pihak. “Kami tidak bisa urus semdiri, butuh peran semua pihak termasuk TNI dan pers,”katanya.
Sehari sebelumnya kata kasat Suhardi pihaknya juga menerima laporan sejenis dari warga desa Bena kecamatan Amanuban selatan.
Yoram Kristian Tefbana melaporkan isterinya, Dorince Adomia Selan yang menghilang dari rumah sejak tahun 2014 dan diduga sudah menjadi TKW di luar negeri. Yoram melaporkan itu karena ia tidak menemukan keberadaan isterinya setelah dicari kemana-mana.
Kasat Suhardi mengatakan pihaknya akan mengecek data TKI ke BNP3TKI NTT di Kupang untuk memastikan apakah nama kedua warga TTS tersebut terdata dalam daftar TKI asal NTT ke luar negeri atau tidak. “Kalau ke luar negeri untuk jadi TKI secara resmi maka ada namanya di BNP3TKI tapi kalau tidak ada namanya berarti kalau mereka ke luar negeri maka itu pemberangkatannya ilegal,”kata kasat Suhardi yang mengharapkan dukungan dari masyarakat dalam mengusut kasus tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *