Polres TTS Tetapkan 2 Tersangka Kasus Politik uang

oleh -1.8K views

Kota SoE, Fakta TTS-Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan politik uang pada H-2 pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada TTS di 30 TPS pada 20 Oktober 2018.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, Kamis (1/11/2018) mengatakan dua tersangka tersebut berinisial EF, warga desa Boentuka kecamatan Batu putih dan FT, warga desa Lanu kecamatan Amanatun Selatan.
Keduanya kata Iptu Jamari di duga telah memberikan uang kepada sejumlah warga di desa Boentuka dan Lanu dan mengarahkan mereka untuk mencoblos Paslon nomor urut tertentu di saat PSU tanggal 20 Oktober 2018. “Diantara warga yang dikasih uang itu ada yang namanya masuk dalam DPT. EF kasih warga di Boentuka dan FT di Lanu. Ini masuk tindak pidana pemilu,”katanya.
Iptu Jamari belum bisa memberikan penjelasan kepada wartawan soal sumber atau asal uang yang diserahkan kedua tersangka kepada warga.
Kedua tersangka tidak ditahan dan penyidik sementara melakukan pemeriksaan lanjutan.
Dugaan politik uang ini terjadi Kamis (18/10/2018) malam. Oknum pemilih di desa Lanu kecamatan Amanatun Selatan dan desa Boentuka kecamatan Batu putih dikabarkan didatangi oknum tertentu pada Kamis malam yang memberikan mereka uang masing-masing Rp 100.000. Pemberian uang oleh “tamu tak diundang” itu diduga dimaksudkan untuk mengarahkan warga yang ditemui untuk memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Drs Obed Naitboho,M.Si dan Aleksander Kase,S.Pdk di PSU nanti.
Obed Naitboho, calon bupati paslon nomor urut 2 yang dihubungi pertelepon membantah keras kalau pihaknya memberikan uang ke pemilih terkait PSU tersebut. “kami tidak punya uang, bagaimana kami bagi-bagi uang ke masyarakat. apakah di uang itu ada tertulis nama Obed Naitboho dan Aleks Kase, yang benar saja, kami tidak pernah perintahkan tim kami untuk bagi uang, “kata Obed yang balik menuding bahwa jangan sampai tindakan tersebut adalah rekayasa pihak lawan.
“jangan sampai ini rekayasa paslon lain,”tambahnya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *