Usai Diperiksa Polisi, Kapus Nunkolo Ungkap Pemukul Markus Missa

oleh -1.5K views
Kota SoE,Fakta TTS-Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) Senin (23/7/2018) pagi hingga sore memeriksa Kepala Puskesmas (Kapus) Alvian Kase di Mapolres TTS. Ia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Markus Missa, di Puskesmas Nunkolo Jumat (29/6/2018) lalu.
Usai diperiksa kepada wartawan, Alvian Kase membantah telah melakukan pemukulan terhadap Markus Missa.”bukan saya yang pukul, saya tidak pukul dia (Markus Missa),”katanya.
Ia mengatakan sesuai yang ia lihat yang melakukan pemukulan terhadap Markus adalah Gusti Bisilisin, pegawai puskesmas Nunkolo dan Yos Tamelan, suami dari bidan Diana Fallo. Namun pemukulan tidak dilakukan secara bersamaan. Gusti lebih dahulu memukul Markus baru beberapa saat kemudian Yos Tamelan melakukan hal yang sama.
Dijelaskan Alvian, Gusti memukul Markus karena Markus lebih dulu menyerang Gusti dengan pukulan namun pukulan Markus tidak mengena Gusti sehingga Gusti balik memukul Markus. Markus menyerang Gusti saat Gusti hendak melerai keributan antara Markus dan sejumlah karyawan puskesmas.
Kata Alvian ia melihat dua pukulan Gusti mendarat di wajah Markus yang diketahui dalam kondisi mabuk minuman keras. “pukulan gusti kena pelipis kanan (Markus), saat kena pukulan, Markus jatuh,”katanya
Beberapa saat kemudian datang Yos Tamelan yang diketahui adalah anggota TNI. Setahu Alvian, Yos datang ke tempat itu karena dihubungi isterinya Diana Fallo yang sebelum kejadian baku pukul antara Gusti dan Markus, sempat dilempari sepatu oleh Markus yang marah-marah karena mengganggap puskesmas menolak memeriksa kehamilan isterinya, Antonia Nomlene.
Begitu tiba, kata Alvian, Yos langsung menanyakan kepada Markus soal alasan Markus melempari isterinya dengan sepatu yang mengenai bagian dada isterinya. Saat itu kata Alvian, Markus mengaku melakukan itu dalam keadaan mabuk miras.
Mendengar itu, Yos lalu menghajar Markus hingga babak belur.
Alvian mengaku menghormati proses hukum namun polisi harus obyektif dalam memproses suatu kasus.
Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari mengatakan penetapan tersangka oleh penyidik dilakukan setelah mengantongi bukti yang kuat.
Alvian ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal 170 ayat 1 dan pasal 351 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 KUHP.
Kronologi Kasus
Dijelaskan Alvian, Kronologi kasus ini bermuka ketika pada Jumat 26.Juni 2018 sekira pukul 10.48 wita datang Markus dan isterinya, Antonia Nomlene untuk memeriksa kehamilan.
Namun saat itu, bidan Linda Sio yang melihat Antonia duduj di depan loket mengatakan loket sudah ditutup sejak jam 10.00.wita. Namun Linda menyampaikan kepada Antonia untuk bersabar karena setelah pelayanan pasien yang sudah terdaftar baru melayani Antonia, sehingga Antonia diminta menunggu.
Beberapa saat kemudian datang Markus yang langsumg ke ruang KB yang disitu ada bidan Ratna, bidan Corry dan pegawai Yuliana Nenobais.
Kepada para petugas kata Alvian, Markus menanyakan alasan petugas tidak mendaftarkan isterinya. Markus dikatakan sempat membanting pintu ruangan sebelum melangkah keluar.
saat berjalan keluar kata Alvian, Markus sempat mengeluarkan kata-kata ancaman memecahkan kaca puskesmas dan mengeluarkan kata-kata tidak etis.
Saat itu kata Alvian, bidan Ratna menemuinya di ruang kapus dan menyampaikan itu dan dirinya meminta bidan Ratna untuk mengundang Markus dan isterinya ke ruang kapus..”saya mau jelaskan tatib pelayanan tapi begitu masuk Markus sudah marah-marah bahkan tunjuk saya bilang kalau isteri saya tidak dilayani kamu akan rusak. dia sendiri masuk ke ruangan saya. saya sempat minta dia duduk dan buka sepatu, dia marah dan saya bilang kalau ribut saya telepon polisi tapi dia bilang silahkan kalau mau telepon polisi,”katanya.
Sikap Markus kata Alvian dilihat oleh bidan Diana Fallo sehingga Diana sempat menegur Markus namu  rupanya Markus tidak terima dan langsung mengambil sepatu dan melemparkan kearah bidan Diana.
ketegangan pun terjadi hingga berujung baku pukul.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *