3 Tersangka Dana Embung Mnelalete Lakukan Ini Sebelum ke Rutan Oetimu

oleh -1.8K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Penyidik Kejari TTS akhirnya menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana pembangunan embung di desa Mnelalete kecamatan Amanuban barat, Kamis (1/8/2019) malam setelah menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam sejak pukul 10.00 wita.
Semmy Nggebu Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten TTS, Thimotius Tapatap, konsultan pengawas dari PT Siar Utama Konsultan dan Johanis Fanggidae, direktur CV Belindo Karya, pelaksana proyek, dibawa penyidik ke rumah tahanan negara (Rutan) di kampung Oetimu sekitar pukul 21.00 wita, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dokter RSUD SoE di aula kantor Kejari SoE.
Usai pemeriksaan kesehatan, ketiga tersangka dikenakan rompi tahanan berwarna merah sebelum naik ke mobil tahanan Kejari SoE.
Sebelum naik mobil tahanan, tersangka Semmy Nggebu bersama isterinya Yuliana Makandolu, sempat mempertanyakan kepada Kajari TTS, Fachrizal,SH soal status tersangka yang disandang dan meminta agar tidak ditahan karena dalam pemeriksaan tekanan darah tersangka Semmy mencapai 200. “Kami tidak terima uang dalam proyek ini kenapa suami saya ditetapkan jadi tersangka, salah suami saya apa pak?,”ucap Yuliana dengan raut muka sedih.
“Saya minta pertimbangannya pak, tekanan darah saya 200 dalam pemeriksaan tadi, saya kurang sehat pak,”tambah Semmy didampingi isteri dan penasehat hukumnya kepada Kajari Fachrizal di teras samping kantor Kejari TTS.
Kajari Fachrizal meminta Semmy untuk mengikuti proses hukum yang dijalani dengan baik. Soal dugaan kesalahan  Semmy kata Kajari Fachrizal akan diketahui dipersidangan. “Soal salah benarnya akan dibuktikan di pengadilan jadi ikuti saja prosesnya dengan baik,”kata Fachrizal.
Lorens Mega Man mengatakan pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke penyidik. Dan ia meminta penyidik untuk mempercepat proses hukum kliennya dalam kasus itu.
Sementara tersangka Timotius Tapatab yang didampingi penasehat hukumnya, Luis Balun, tampak tenang menjalani proses itu. Thimotius hanya berharap kepada wartawan untuk mempertimbangkan sisi kemanusiaan dalam pemberitaan.
Lain halnya dengan tersangka Johanis Fanggidae. Begitu keluar dari ruang pemeriksaan Johanis yang masih muda usia ini langsung menelepon seseorang sambil menangis. Ia kemudian dituntun jaksa Prima ke ruang pemeriksaan kesehatan. Air mata Johanis yang didampingi kuasa hukum Niko Toislaka, masih berderai saat mengenakan rompi tahanan dan naik mobil tahanan.
Tersangka Semmy Nggebu diperiksa jaksa Khusnul Fuad. Ada 45 pertanyaan yang disuguhkan kepada Semmy terkait dengan perannya sebagai pengguna anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.
Tersangka Johanis dicecar 35 pertanyaan soal kontrak kerja oleh jaksa Alfredo Damanik dan tersangka Timotius mendapat delapan pertanyaan dari jaksa Prima Rathjalobo kaitannya dengan tupoksi konsultan pengawas.
Luis Balun, kuasa hukum Timotius mengatakan pemeriksaan kliennya belum selesai dan akan dilanjutkan Senin pekan depan.
Luis mengatakan ia telah mempelajari kronologi kasus itu dan telah mengetahui betul peran kliennya sehingga ia akan memberikan yang terbaik bagi kliennya.”saya sudah pelajari kronologi masalahnya. Sebagai pengacara yang sering pegang kasus korupsi, saya sudah bisa tahu dimana dan bagaimana ‘potong’ untuk yang terbaik bagi klien saya,”kata Luis yang membela tersangka kasus korupsi di Panwaslu Kota Kupang ini.
Luis menyinggung soal  tandatangan kliennya di laporan pengawas tentang hasil pemeriksaan pekerjaan yang dipakai sebagai salah satu syarat proses pencairan dana. Tandatangan kliennya diduga dipalsukan. “Saya juga ada pelajari soal dugaan pemalsuan tandatangan itu,”katanya.
Masih dua tersangka yang belum diperiksa dalam kasus ini yakni Jefri Un Banunaek dan Jemmy Un Banunaek.
Jefry, anggota DPRD NTT tersebut terseret kasus ini karena diduga terlibat dalam penyediaan alat berat untuk proyek yang dikerjakan oleh Jemmy Un Banunaek. Ada indikasi keterlibatan Jefry dalam Aliran dana sewa alat berat tersebut. (Jmb)
________________
Foto : para tersangka dinaikan ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *