Kadis PUPR kabupaten TTS, Diperiksa Sebagai Tersangka, Soal Penahanan, Begini Kata Kajari

oleh -2.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Penyidik Kejari TTS dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan embung di desa Mnelalete kecamatan Amanuban barat, Kamis (1/8/2019) memeriksa tiga dari lima orang tersangka dalam kasus itu. Tiga tersangka yang diperiksa adalah Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten TTS, Semmy Nggebu dan Thimotius Tapatap, konsultan pengawas dari PT Siar Utama Konsultan dan Johanis Fanggidae, direktur CV Belindo Karya, perusahaan yang digunakan Jemmy Un Banunaek untuk melaksanakan proyek itu. Dua tersangka lainnya Jefri Un Banunaek dan Jemmy Un Banunaek baru menjalani pemeriksaan pada Jumat (2/8/2019).
Kajari TTS, Fachrizal,SH mengatakan tersangka Jefri dan Jemmy juga diagendakan jalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis hari ini namun karena Jefri, anggota DPRD NTT masih di Jakarta dan Jemmy belum didampingi pengacara sehingga pemeriksaannya ditunda ke hari berikutnya.
Pantauan fakta-tts.com, saat diperiksa jaksa Khusnul Fuad, tersangka Semmy didampingi Lorens Mega Man dan dua rekannya. Pemeriksaan Semmy dimulai sekitar pukul 10.00 wita di ruang kasie pidsus. Sementara pemeriksaan dua tersangka lain baru berlangsung beberapa jam kemudian di ruang pemeriksaan berbeda.
Kajari Fachrizal mengatakan Berkas Perkara kelima tersangka dibuat terpisah.
Semmy diperiksa sebagai tersangka kaitanya dengan perannya sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek bernilai Rp 700-an juta di tahun anggaran 2016 itu.
Dalam proses pencairan dana kata Kajari Fachrizal ada indikasi penyimpangan pembayaran. Pencairan dana yang dibayarkan ke peneyedia jasa diduga tidak sesuai atau melebihi volume pekerjaan.
“Perannya soal pencairan dana. Ada indikasi keurangan volume dan ada indikasi penyimpangan dalam proses pembayaran dana,”katanya.
Timotius Tapatab kata Kajari Fachrizal berperan membuat laporan pengawasan atas pekerjaan tersebut. Laporan tersebut sebagai salah satu syarat untuk mencairkan dana.
Sementara Johanis Fanggidae, ikut berperan Karena perusahaannya yang berkontrak dengan pihak dinas PUPR kabupaten sebagai pemilik proyek.
Hingga pukul 18.12 wita pemeriksaan terhadap ketiga tersangka masih berlangsung.
Kajari Fachrizal belum mau berkomentar soal penahanan terhadap ketiga usai diperiksa. “Soal itu (penahanan) kita tunggu saja sampai pemeriksaan selesai,”katanya. (Pau/jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *