Kerugian Negara di Kasus Embung Mnelalete Hampir Setengah Dari Nilai Kontrak

oleh -4.7K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) mengungkap jumlah Kerugian Negara (KN) dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan Embung Mnelalete di kecamatan Amanuban barat tahun 2015 lalu.
Besaran kerugian negara yang diduga terjadi dalam pekerjaan Embung tersebut kata Khusnul Fuad, kasie pidsus Kejari TTS selaku penyidik, hampir mencapai setengah dari nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp 765 juta.
“Kerugiannya hampir setengah dari nilai kontrak proyek itu. Kontraknya Rp 765 juta nilai kerugian negaranya Rp 288 juta lebih,”kata Khusnul Fuad, di kantor Kejari TTS, Jumat (1/11/2019).
Sesuai hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP perwakilan NTT angka pasti kerugian negara dalam kasus pekerjaan Embung itu sebesar

Rp 288. 814 972.

Dikatakan kerugian negara tersebut diduga terjadi karena sejumlah hal. Salah satunya soal kualitas pekerjaan tanggul Embung.
Kata Fuad kualitas pekerjaan tanggul Embung tak layak dibayar namun faktanya dibayar oleh pemilik proyek kepada rekanan pelaksana proyek. “Dari sisi kualitas bangunan, ada yang tidak layak bayar tapi faktanya dibayar,”katanya.
Jumlah kerugian negara tersebut kata Fuad untuk lima berkas perkara (lima tersangka) yakni Semmy Nggebu, mangan kadis PU kabupaten TTS, Jefry Un Banunaek, mangan anggota DPRD NTT, Johanis Fanggidae, direktur perusahaan pelaksana proyek, Jemmy Un Banunaek, pelaksana lapangan dan Thimotius Tapatap, konsultan pengawas.
Berkas perkara kelima tersangka akan diserahkan jaksa penyidik  ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *