Kontraktor RSP Boking Asal Jakarta Diperiksa lagi, Mengapa?

oleh -2.6K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) satuan reserse kriminal (reskrim) Kepolisian resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS),Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah memeriksa sejumlah unsur penting dari pihak pemerintah daerah (Pemda) maupun pihak swasta berkaitann dengan penyelidikan pekerjaan fisik Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking bernilai Rp 17 Miliar lebih di desa Meusolin kecamatan Boking yang diduga merugikan keuangan negara.

Dari sekitar 30-an saksi yang sudah dimintai keterangan, kini penyidik membutuhkan lagi keterangan tambahan dari unsur kontraktor atau pelaksana proyek PT Tangga Batu Jaya.
“Pihak kontraktornya mau kita periksa lagi,”kata Kasat reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH,MH, kepada fakta-tts.com Jumat pekan kemarin.
Dikatakan Penyidik membutuhkan lagi keterangan perusahaan asal Jakarta itu setelah penyidik melakukan pemeriksaan fisik RSP tersebut bersama ahli dari Poli tekhnik (Poltek) Negeri Kupang akhir bulan kemarin.
Ditanya mengapa PT Tangga Batu Alam perlu diperiksa lagi, Jamari menjelaskan pihaknya ingin mendalami hasil pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan tambahan ini juga dilakukan karena dalam pemeriksaan lapangan bersama ahli Poltek Negeri Kupang ditemukan indikasi adanya kekurangan volume pekerjaan dan indikasi adanya beberapa item pekerjaan fisik yang tidak sesuai spesifikasi tekhnis (spek). “Hasil pemeriksaan lapangan bersama poltek itu ada indikasi kekurangan volume dan pekerjaan tidak sesuai spek,”jelas Jamari.
Dalam pemeriksaan yang diagendakan berlangsung bulan ini, pihaknya akan mengkonfirmasi pihak PT Tangga Batu Jaya tentang dokumen kontrak kerja dengan hasil pemeriksaan lapangan penyidik bersama ahli Poltek Negeri Kupang.
Setelah pemeriksaan tersebut lanjut Jamari, proses penyelidikan kasus itu akan dilanjutkan dengan ekspos perkara di BPKP perwakilan NTT. Ekspos tersebut juga dalam rangka proses penghitungan kerugian negara.
Iptu Jamari menambahkan dalam rangkaian proses peneyelidikan dari pengumpulan dokumen, pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan lapangan didapati indikasi permasalahan yang mencengangkan. “Pokoknya ini masalahnya ‘waow’, bukan main, ini kasus besar,”katanya. (Jmb)
________________
Foto : pemeriksaan fisik bangunan RSP Boking yang dilakukan penyidik bersama ahli Poltek bulan lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *