Mega Bawa Laporan Araksi ke Jaksa, Kasie Intel, “Tak Ada Bukti Pendukungnya

oleh -1.4K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) kabupaten TTS menyatakan rencananya melaporkan dugaan masalah pengelolaan dana desa Tubuhue kecamatan Amanuban barat ke Kejari TTS.

Hanya saja penyampaian laporan Araksi kali ini beda dengan biasanya. Jika biasanya Araksi selalu datang dengan personil lengkap, ketua dan anggota, maka kali ini, Senin (17/6/2019) Araksi hanya mengutus personilnya untuk menyampaikan laporan mereka.
Sekitar pukul 12.30 wita Mega Ngefak terlihat duduk sendiri di ruang tunggu kantor Kejari. kepada fakta-tts.com, Mega mengatakan ia tiba sekitar pukul 11.50 wita untuk bertemu langsung Kajari TTS, Fachrizal,SH di ruang kerjanya untuk menyampaikan langsung laporan Araksi tersebut, namun ia diarahkan menemui kasie Intel, Maurits Kolobani di ruang kerjanya.
Namun lagi-lagi Mega tak bisa langsung bertemu kasie Intel di ruang kerjanya. “Saya diminta tunggu karena kasie Intel ada keluar, pas mau jam istirahat,”katanya.
Mega mengatakan ia sebenarnya datang bersama dua rekannya, namun karena dua rekannya ada urusan lain dalam waktu yang sama sehingg ia sendiri yang menunggu untuk sampaikan laporan tersebut.
Mega mengaku hanya ingin menyerahkan laporan tertulis yang telah dibuat Araksi TTS. Laporan tersebut tanpa ada bukti penunjang. Dalam laporan tersebut menjelaskan soal hasil pemeriksaan lapangan dari Araksi TTS terhadap sejumlah program fisik di desa Tubuhue yang bersumber dari dana desa sejumlah tahun belakangan yakni pembangunan tiga unit bak air tahun 2016,2017 dan 2018. Kemudian bantuan rumah sehat 25 unit tahun 2016 dan 2017, ruas jalan sirtu di dusun Fafinisin sepanjang 650 meter tahun 2017 dan ruas jalan sirtu menuju TPU sepanjang 800 meter tahun 2019, pembangunan dua unit embung tahun 2018 dan 2019, pengadaan benih ikan tahun 2017 dan pembangunan satu unit gedung Paud tahun 2018.
Sejumlah item program tersebut disebutkan dengan dugaan persoalan yang terjadi.
Dalam laporan , Araksi menduga dalam pelasksanaan program-program tersebut telah menimbulkan kerugian bagi negara sehingga perlu ditelusuri oleh pihak Kejari TTS.
Ketua Araksi TTS, Alfred Baun lewat telepon mengatakan ia tidak bisa datang langsung ke Kejari TTS untuk menyampaikan laporan itu karena pada hari yang sama pihaknya juga harus menyampaikan laporan kasus dugaan Korupsi dari kabupaten Malaka ke Kejati NTT.
Kasie Intel, Mourits yang dikonfirmasi lewat layanan WhatsApp sekitar pukul 14.35 wita mengatakan ada laporan tertulis Araksi yang masuk ke sekretariat namun tidak ada bukti pendukung atas laporan tersebut. “Tadi ada laporan tertulis om di sekertariat
Tapi kayaknya belum ada dokumen pendukungnya
Masih tunggu disposisi pimpinan untuk tindakan selanjutnya,”jelas Mourits. (Jmb)
_____________________________
Foto: Mega Ngefak, tunjukan laporan Araksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *