Oknum Mahasiswi Poltekes Hamil Setelah ‘Dikurung’ Sopir Travel di Rumah Kosong

oleh -10K views
Kota SoE, fakta-tts.com – BYAS, (21) oknum mahasiswi semester V Politekhnik kesehatan (poltekes) Kupang kini hamil tiga bulan. Ia menuntut tanggungjawab NT (28), kelurahan Karang Siri, Kota SoE yang berdomisili sebagai sopir travel SoE-Kupang.
Di sekretariat forum wartawan (Forwan) TTS, BYAS mengatakan ia hamil karena hubungan suami isteri yang dilakukan bersama NT di salah satu rumah kosong di Kampung Rote.
BYAS mengaku selama tiga bulan sejak 16 Juli 2019 dia tinggal di rumah itu karena dibawa oleh NT. Sejak 16 Juli 2019 itu ia berulang kali berhubungan badan dengan NT yang belakangan diketahui sudah beristri anak.
Diuraikan BYAS, hubungan dia dan NT bermula ketika dia di jemput oleh NT dari rumah keluarganya di Oenali, desa Mnelalete, menggunakan mobil travel untuk ke rumah duka di Oekamusa.
Namun kata BYAS, keduanya tidak ke tempat duka tapi berkeliling dalam kota SoE hingga sekitar jam 02.00 dini hari (17/7/2019), ia dibawa oleh NT ke rumah kosong di Kampung Rote. “Sejak malam itu (16/7/2019) saya dikasih tinggal disitu, sampai saya hamil, sekarang saya sudah hamil tiga bulan,”kata BYAS.
Saat merasa telah berbadan dua kata BYAS, dia sampaikan ke NT dan NT mengatakan siap bertanggungjawab. Sampai suatu ketika tanggal 29 Oktober 2019, NT meminta menggugurkan kandungannya namun ditolak. Saat itu kata BYAS, ada juga isteri NT. Isteri NT kata BYAS nyaris memukul perutnya ketika tahu kalau ia hamil dari akibat hubungan gelapnya dengan NT.
Persoalan itu kemudian berlanjut ke polisi dan di Polres TTS, tanggal 29 Oktober 2019 itu, NT membuat pernyataan bermeterai 6.000 bahwa NT siap menjamin BYAS selama hamil dan melahirkan. “Dia (NT) buat surat pernyataan di polisi bahwa ia bertanggungjawab,”kata BYAS sambil menunjukan copian surat pernyataan tersebut kepada wartawan.
Kemudian jelas BYAS, pada Rabu 6 November 2019, ia menghubungi NT untuk memeriksa kehamilannya di RSUD SoE namun pemeriksaan urung dilakukan karena kedua bersitegang di depan rumah sakit sebelum ke loket pemeriksaan.
Dari situ, BYAS menemui wartawan di sekretariat Forwan menyampaikan persoalan yang dialami.
Tak lama kemudian, NT, yang dihubungi wartawan datang bertemu BYAS di sekretariat Forwan.
NT mengaku pernah berhubungan badan dengan BYAS di rumah kosong. Dan NT mengaku sudah membuat pernyataan di polisi kalau ia siap bertanggungjawab menjamin BYAS selama hamil dan melahirkan, sesuai bunyi pernyataan tertulis yang dibuat di Polres TTS.
Menurut BYAS selama dalam penguasaan NT, ia tidak pernah menghubungi orang tuanya yang tinggal di Kampung Alor kelurahan Kota baru karena setahu orang tuanya ia tengah berada di Kupang untuk kuliah.
Kehamilannya kini kata BYAS sudah diketahui orang tuannya dan orang tuanya juga menuntut tanggungjawab NT.(Jmb)
______________________
Foto: MT (kiri baju biru-kuning) dan BYAS saat di sekretariat Forwan TTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *