Penebasan Hutan Lain Tunbes, Kapolres TTS : “Polisi Bisa Langsung Tindak”

oleh -2.7K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Aria Sandi,S.Ik mengatakan polisi bisa langsung bertindak jika menemukan bukti kalau hutan yang ditebas berstatus kawasan hutan lindung.
“Walaupun tidak ada laporan kalau aparat (polisi) temukan (penebasan kayu dalam kawasan hutan) bisa ditindak, itu pembalakan liar, pidana murni,”demikian Kapolres Aria kepada fakta-tts.com melalui layanan WhatsApp.
Dijelaskan pembalakan liar bukan termasuk deik aduan sehingga polisi bisa langsung bertindak jika ditemukan indikasi kuat adanya penebangan kayu dalam kawasan hutan lindung.
Ia menambahkan pihaknya telah memperoleh informasi soal dugaan adanya penebasan hutan di kawasan laob Tunbes di desa Loli kecamatan Polen.
Pihak Polres TTS dikatakan tengah menyelidiki informasi tersebut. “Iya nanti kita Lidik…ada pidana kita tindak,”katanya.
Chirst Hauoni dan Maxi Angket dua warga SoE asal desa Loli kepada fakta-tts.com, melalui telepon Kamis (5/12/2019) menyampaikan mereka kuatir Penebasan hutan oleh warga setempat yang mulai dilakukan sekitar empat bulan lalu itu akan berdampak pada  keringnya sumber-sumber air di wilayah itu. “Itu kawasan hutan yang dilarang pemerintah untuk ditebas. Tapi penebasan kini terjadi  dan itu dimulai sekitar tiga atau empat bulan lalu, mata air loli itu kini airnya mulai kering, saya sebagai salah satu amaf dari kefetoran Bijeli sangat prihatin dengan penebasan kawasan hutan Laob Tunbes itu,”kata Maxi Angket, ASN pada badan Kesbangpol kabupaten TTS.
Sebelumnya Crist Hauoni dan Maxi menyampaikan luas lahan hutan yang ditebas diperkirakan sudah mencapai lebih dari lima hektoare (ha). Karena diatas permukiman baru itu sudah dibangun sekitar lima puluh rumah berkonstruksi permanen maunpun semi permanen.
Keduanya tidak mengetahui persis siapa dibalik penebasan itu namun kata Maxi jika warga desa berani menebas kawasan untuk ditempati maka dapat diduga ada oknum berpengaruh yang memberi keluasan bagi warga.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *