Pengakuan Warga Loli, Penebangan Hutan Laob Tunbes di Ketahui Dinas Kehutanan, Kades Juga Ikut Tebas

oleh -2.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Penyidik kehutanan pada Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai Selasa10/12/2019) memeriksa tujuh orang warga desa Loli dan kepala desa (kades) Yupiter Mella terkait dugaan penebasan hutan produktif di desa Loli kecamatan Polen.

Dua diantara warga yang dipanggil untuk diperiksa di kantor UPT Kehutanan kabupaten TTS adalah Ruben Fallo Ketua Kelompok Oefatu dan Yan Raja anggota kelompok Tafen Pah.

Saat mengantri pemeriksaan keduanya mengungkap bagaimana awalnya hingga hutan itu ditebas beramai-ramai oleh sejumlah warga termasuk kades Yupiter Mella.

Ruben dan Yan mengatakan usai mengikuti sosialisasi soal Hutan Tanaman Rakyat (HTR) oleh dinas kehutanan di kantor desa Loli bulan Oktober 2019 lalu warga kemudian satu persatu masuk menebas hutan.

Sebelum ditebas, kata Yan Raja pihak dinas kehutanan dan warga sama-sama ke lokasi melihat lahan hutan yang diusulkan menjadi lahan HTR tersebut.

Yan yang tidak ikut menebas mengatakan setelah melihat lokasi bersama dinas kehutanan, warga mulai masuk menebas. “Tidak ada yang suruh masuk tebas hutan. Tapi setelah kami dan dinas kehutanan datang lihat lokasi, warga mulai masuk tebas, saya tidak tahu siapa yang memulai lebih dahulu. Saya tidak ikut tebas karena masih sibuk urus sawah,”kata Yan.

Ruben Fallo dan Yan Raja mengatakan diantara sekian banyak warga, kades Yupiter Mella juga ikut menebas hutan dan lahan yang ditebas kades Yupiter berada paling depan dari jalan ke arah lahan yang ditebas tersebut.

Ruben menambahkan sesuai kesepakatan dengan dinas kehutanan, setiap warga anggota kelompok mendapat satu hektare yang akan ditanami anakan pohon yang nantinya disiapkan dinas jika usulan mereka sudah disetujui kementerian kehutanan.

Yan dan Ruben mengatakan pihak dinas kehutanan mengetahui penebangan hutan tersebut.  Petug UPT KPH Polen sempat melarang kelompok lain yang sudah menebang hutan sepulang meninjau lokasi penebangan, namun larangan tersebut tidak diindakan warga.

“Ada petugas setelah kami ke lokasi, lalu singgah ke rumah saya, petugas itu bilang ke saya kalau dilahan yang akan dijadikan hutan sosial atau HTR sudah tebang sehingga dia sudah larang,” kata Raja.

Sebelumnya kepala UPT Kehutanan TTS, Frans Benyamin Fobia mengatakan penebasan tersebut telah melanggar aturan UU kehutanan karena permohonan untuk dijadikan kawasan HTR oleh warga Loli, Puna dan Konbaki di kecamatan Polen belum disetujui menteri kehutanan.(Jmb)

_________

Foto: Ruben Fallo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *