Tak Ada Damai di Mediasi Gugatan Bendungan Temef, 117 Warga Mau Dilaporkan ke Polisi

oleh -4.6K views
Kota SoE, fakta-tts com – Tahap mediasi dalam proses sidang perkara gugatan ganti rugi lahan bendungan Temef kecamatan Polen dan Oenino kabupaten TTS sebesar Rp 312 miliar gagal menemui kesepakatan damai antara pihak penggugat Fransiskus Mella dan para tergugat PT
PT.Nindya Karya, pelaksana proyek bendungan Temef selaku Tergugat I, Pihak Balai Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR tergugat II, pemerintah provinsi NTT tergugat III dan Pemda TTS tergugat IV.
Dalam proses mediasi terakhir yang dipimpin Hakim Mediasi I Wayan Yasa,SH,MH di PN SoE, Kamis (31/10/2019) diputuskan perkara tersebut dilanjutkan pada proses pembuktian di persidangan.
I Wayan Yasa mengatakan dalam mediasi penggugat menginginkan para tergugat mengakui penggugat sebagai pemilik lahan tersebut dan memenuhi hak penggugat sebagai raja sehingga dengan demikian tergugat harus memberikan imbalan materil kepada penggugat. Namun tawaran tersebut tidak disetujui para tergugat. “Prosesnya dilanjutkan ke persidangan untuk pembuktiannya,”katanya.
Usai mediasi Ahmad Bumi salah satu kuasa hukum Fransiskus Mella mengatakan pihaknya sudah berencana untuk menempuh upaya hukum pidana dengan mengadukan 117 warga yang mengaku sebagai pemilik lahan bendungan Temef  ke kepolisian. Selain warga pihak-pihat terkait dalam perkara itu juga dilaporkan ke polisi.
Ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan dalam waktu dekat laporan tersebut disampaikan ke polisi. (Jmb)
__________________
Foto: mediasi di PN SoE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *