Tembok Penahan di RSP Boking, Ada atau Tidak?

oleh -2K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Salah satu hal yang mencuat dalam proses hukum dugaan korupsi dana RSP Boking kabupaten TTS adalah soal item kerja pembangunan tembok penahan urugan tanah fondasi RSP Boking.

Item kerja itu jadi sorotan masyarakat. Dalam aksi demonstrasi Pospera kabupaten TTS dan sejumlah aliansinya, Kamis (14/11/2019) di Kota SoE, item tembok penahan RSP itu disebut. Dalam aksi demonstrasi itu diungkap kalau item tersebut diduga tidak dikerjakan padahal sudah dianggarkan dalam anggaran proyek bernilai Rp 17 miliar lebih itu.
Item itu jadi sorotan publik karena kabarnya itu menjadi salah satu ‘penyumbang’ besaran nilai dugaan korupsi dalam proyek RSP Boking  itu. Besaran anggaran yang dikontrakan untuk pekerjaan tersebut kabarnya mencapai Rp 4 miliar.
Pihak dinas kesehatan (Dinkes) selaku pemilik proyek terkesan tak mau mempolemikan hal itu. Jumat (15/11/2019) Kadis Kesehatan dr. Eirene Ate tidak memberikan konfirmasi kepada fakta-tts.com yang menanyakan soal ada tidaknya item tersebut dalam kontrak kerjanya bersama PT Tangga Batu Alam, sebagai pelaksana proyek.
Sementara konsultan pengawas proyek itu, Hamka, yang ditelepon mengatakan item itu tidak ada dalam kontrak pengawasannya. “Tembok penahan itu tidak ada dalam kontrak,”kata Hamka yang menolak diwawancarai lebih jauh soal hasil pengawasannya terhadap proyek yang kini dalam lidikan unit Tipikor Polres TTS itu.
Sementara dalam draf APBD TTS tahun 2020, Dinkes mengusulkan anggaran Rp 2 miliar untuk menunjang operasional layanan RSP Boking termasuk pembangunan tembok penahan tersebut.
Namun kata ketua komisi IV DPRD TTS, Marten Tualaka bahwa usulan Dinkes tersebut ditolak karena dana pembangunan RSP Boking tersebut dalam masalah hukum. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *