Datang Rombongan, Anggota DPRD TTS Laporkan Bupati Eppy Tahun ke Polisi

oleh -14.6K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Sejumlah anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ketua DPRD TTS, Marcu Buana Mbau, Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 13.00 wita mendatangi markas Polres TTS. Rombongan belasan anggota DPRD ini datang ke Mapolres TTS untuk melaporkan bupati Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun. Pernyataan bupati Eppy Tahun di sejumlah media massa dirasa telah melecehkan dan mengancam DPRD TTS. Jumlah anggota DPRD TTS sebanyak 40 orang.
Laporan itu disertai dengan sejumlah bukti printout dan screenshoot berita sejumlah media massa dan print out bukti SMS bernada ancaman dari nomor telepon seluler tertentu yang diserahkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTS. Sejumlah bukti tersebut diserahkan Lusianus Tusalak yang disaksikan anggota dewan lainnya.

Belasan anggota dan pimpinan DPRD TTS yang mendatangi Mapolres TTS untuk melaporkan bupati Eppy Tahun ini berasal dari sejumlah fraksi. Mereka adalah Marcu Mbau (ketua DPRD/NasDem), Uksam Selan (ketua fraksi PKPI), Marten Tualaka (ketua Hanura), Sefrid Nau (ketua BK/PKPI), Lusianus Tusalak (fraksi Hanura), Antonetha Nenabu (fraksi NasDem) , Dominggus Beukliu (fraksi Hanura), Hendrik Babys (ketua fraksi NasDem) , Gustaf Nabuasa (fraksi PDIP), Simon Bako (fraksi PKPI) dan Thomas Lopo (fraksi PKB).

Sefrid Nau, kepada anggota piket di ruang SPKT menyampaikan pernyataan bupati yang dirasa melecehkan martabat DPRD yang dilansir sejumlah media cetak intinya menyangkut dengan rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyangkut sejumlah persoalan pembangunan masyarakat yang akan di gelar di kantor DPRD TTS.
“Kami laporkan bupati TTS terkait pernyataan pernyataan di media massa menyangkut RDP yang kami rasa melecehkan DPRD. DPRD punya kewemgan untuk mengundang bupati untuk membicarakan hal yang menyangkut dengan pembangunan masyarakat. Ada pernyataan tunggu sampe do’o, tidak menghadiri RDP, ada ancaman lewat SMS dari nomor tertentu ke anggota dewan, menarik perbup soal hak hak DPRD. Ini oleh DPRD sangat merendahkan martabat DPRD dan DPRD merasa tidak nyaman dengan SMS yang diterima anggota DPRD,”kata Sefrid.
Selain melapor, belasan anggota DPRD lintas partai itu juga meminta perlindungan dari kepolisian atas ancaman lewat SMS yang diterima Uksam Selan tersebut.
Setelah dari ruang SPKT, anggota DPRD tersebut juga menemui Kapolres AKBP Aria Sandi,SIK untuk menyampaikan permohonan perlindungan hukum tersebut.
Sehari sebelumnya bagian hukum Setda TTS menyampaikan laporan bupati TTS ke Polres TTS. Bupati Eppy Tahun melalui dua karyawan bagian hukum melaporkan Uksam Selan, anggota DPRD TTS juga soal pernyataan di media massa dan media sosial, facebook. (Jmb) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *