Kali Pertama Belum Terungkap, Kali Ini Okto Berharap Kematian Ponakannya Bisa Cepat Terungkap

oleh -2.4K views
Nifukani, fakta-tts.com – Duka Okto Nabuasa, kepala kantor Kesbangpol kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan keluarga karena kasus penikaman yang menewaskan anggota keluarga bukan baru pertama kali dialami.
Omri Selan (39-an),  warga Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat yang tewas ditikam Minggu ((2/8/2020) di Nifukani merupakan korban tikaman kedua dari Okto dan keluarga. Omri adalah keponakan Okto Nabuasa.
Sebelumnya tahun 2004 silam kejadian serupa juga telah dialami Okto dan keluarga. Kakak kandung korban (Omri Selan),  Amper Selan juga meninggal dunia usai ditikam oleh orang tak dikenal di sebuah pesta yang berlangsung di Desa Nusa.
Kasus kematian Amper itu juga diselediki polisi namun kata Okto kepada wartawan di tenda duka Selasa (4/8/2020), hingga kini belum diketahui persis akhir dari proses hukum kasus kematian Amper itu.
Kini kasus kematian Omri Selan yang diduga ditikam AP, warga sekampung, juga tengah diselidiki polisi.
Okto dan keluarga berharap pada kasus Omri ini, polisi bisa cepat menangkap pelaku yang kini buron sehingga kasus itu bisa cepat mendapat kepastian hukum.
” Kami dari pihak keluarga sudah menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami berharap pihak kepolisian bisa secepatnya menangkap pelaku sehingga proses hukum terhadap pelaku bisa berjalan. Kami dari pihak keluarga berharap nantinya apa bila pelaku tertangkap akan diganjar dengan hukum yang setimpal dengan perbuatannya,” kata Okto Nabuasa dan Kornelis Nabuasa mewakili keluarga korban di rumah duka.
Omri Selan, anggota perguruan silat tertentu tewas usai dihujani tiga tikam pisau  oleh AP, terduga pelaku. AP juga diketahui warga adalah Anggota Perguruan silat yang berlainan dengan perguruan silat yang menaungi Omris.
Omri ditikam dibagian perut, dada dan punggung yang kemudian tewas setelah dilarikan ke RSUD Size.
Adi Nomleni, salah seorang saksi mata di rumah duka menceritakan, Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 14.00 Wita korban sedang duduk-duduk bersama teman-temannya termaksud saksi di deker dejat pertigaan jalan di Desa Nifukani. Tak lama kemudian, pelaku datang sendirian dalam keadaan mabuk menawar korban untuk duel. Pelaku meminta duel dengan menggunakan senjata tajam tetapi ditolak korban dengan alasan dirinya juga sedang mabuk.
Mendengar penolakan korban, pelaku kembali ke rumahnya mengajak empat orang temannya Ito Talan, Polce Bana, Omri Tanono dan Wido Tanono.
Informasi yang dihimpun dari lingkungan Polres TTS, Polisi kini masih memburu AP, yang menghilang usai kejadian.AP kabarnya masuk dalm Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *