Kasus Tanda Tangan Palsu di SPJ Dana Desa Lilo, Sejumlah Saksi Belum Diperiksa Polisi

oleh -7.5K views
Ayotupas, fakta-tts.com – Kasus dugaan pemalsuan tandatangan sejumlah aparat desa Lilo kecamatan Amanatun Utara kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dalam Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018  masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik Polsek Amanatun Utara tengah melakukan pemeriksaan saksi. Ada sejumlah saksi yang belum diperiksa.
“Kita masih pemeriksaan saksi. Ada yang sudah kita periksa, ada yang belum. Yang belum itu beberapa kaur dan sekdes. Sekdes masih sakit,”kata Kapolsek Jimmy Sulaiman, Selasa (27/1/2020) melalui telepon.
Ia mengatakan usai pemeriksaan saksi kasus tersebut akan dibawa ke Polres TTS untuk diekspos. ekspos kasus tersebut dalam rangka penetapan tersangka.
Kasus ini dilaporkan Maxi E. Fay, kaur administrasi bersama beberapa rekannya pada Jumat (12/12/2019).
Mereka melaporkan kepala desa (Kades) Lilo, Irene Alunat dan bendahara Lukas Bekliu karena diduga telah memalsukan tandatangan mereka dalam.Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018.
Kepada wartawan melalui telepon Maxi menyampaikan tandangan dirinya dan beberapa aparat desa telah dipalsukan dan diduga itu terjadi atas peirntah kades Irene Alunat.
Dijelaskan pada bulan November lalu, para perangkat desa berkumpul di rumah sekretaris desa, Lukas Bien, dan saat itu sekretaris desa meminta bendahara untuk menyerahkan SPJ DD tahun 2018 guna dilakukan ferifikasi sebelum diserahkan ke kecamatan. Namun saat itu, bendahara mengatakan jika dokumen itu sudah diselesaikan dan telah dimasukan ke tingkat kecamatan. “Waktu itu bendahara bilang dokumen sudah diurus beres dan sudah dimasukan ke kecamatan,”kata Maxi.
Atas dasar informasi itu maka pihaknya kemudian melakukan pengecekan ke kecamatan dan saat itu oleh Kepala Seksi PMD Kecamatan Amanatun utara mengambil SPJ DD tahun 2018 dan diperlihatkan dan diketahui bahwa ternyata tandatangan para perangkat desa dalam dokumen SPJ DD tahun 2018 dipalsukan. Karena sudah diketahui bahwa tandatangan dokumen SPJ DD desa Lilo tahun 2018 dipalsukan, maka saat itu bendahara mengaku bahwa ia yang diperintahkan oleh kades guna memalsukan tandatangan para perangkat desa Lilo. “Waktu kami ke kecamatan dan pastikan kalau tandatangan kami dipalsukan, barulah bendahara mengaku bahwa dia yang palsukan tandangan para perangkat desa karena disuruh oleh kepala desa,” urai Maxi.
“Kami lapor supaya pemalsuan tandatangan ini diproses secara hukum,”katanya.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *