Kelanjutan Proses Hukum RSP Boking di Polda NTT Dipertanyakan DPRD TTS

oleh -1.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Kelanjutan proses hukum kasus dugaan korupsi dana pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dipertanyakan kalangan DPRD TTS.

Uksam Selan, ketua komisi I DPRD TTS, Selasa (17/11/2020) mengatakan sekitar Mei 2020 lalu proses hukum kasus tersebut beralih penanganannya dari Polres TTS ke Polda NTT, namun hingga kini perkembangan penanganan kasus tersebut tak terdengar lagi. “Kasus itu sekitar satu tahun diam di Polres kemudian beralih ke Polda, sekarang diam lagi, kita tidak tahu sudah sejauhmana perkembangannya,”kata Uksam, wakil dari PKPI ini.
Ia mengatakan saat reses kemarin banyak konstituennya yang menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.
‘Kemarin saya reses saya ditanya, soal kasus itu, Waktu diambil alih Polda itu harapan kita prosesnya bisa jadi lebih cepat untuk kejelasannya tapi nyatanya jadi belum jelas seperti ini,”katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk setelah paripurna ini akan menjadwalkan rapat koordinasi dengan Aparat Penegakan Hukum (APH) untuk mendapatkan informasi jelas soal penanganan kasus tersebut oleh kepolisian.
“Setelah paripurna ini Kami akan koordinasi supaya setelah paripurna ini kita undang APH untuk rapat koordinasi untuk mendapatkan kejelasan soal penanganan kasus itu,”katanya.
Belum diperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian terkait perjembangan penanganan kasus itu.
RSP Boking dibangun pada tahun 2017 dengan dana sebesar Rp 17 miliar lebih dari APBN. Pelaksanaan fisik proyek oleh PT Tangga Batu Jaya asal Jawa tersebut diduga merugikan negara.
Saat beralih ke Polda NTT, Polres TTS sudah memeriksa sejumlah saksi dari unsur pemerintah maupun pelaksana proyek.
RSP Boking sudah diresmikan tahun lalu oleh bupati Egusem Piether Tahun,ST,MM dan kini sementara digunakan. Hanya saja sejumlah sisi bangunan sudah mengalami kerusakan parah. Pihak Penyidik Polres TTS juga sudah memeriksa kerusakan bangunan tersebut sebelum dialihkan ke Polda NTT.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *