Pihak Korban Pertanyakan Petunjuk JPU Soal Pemeriksaan Psikologi Tersangka Robby Timaubas

oleh -3.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Timor Tengah Selatan (TTS) kepada Penyidik Polres TTS untuk memeriksa psikologi Yusti RobinsonTimaubas alias Robby tersangka kasus pembunuhan Imer Nenabu (11), putera kedua dari Aranci Timaubas-Nenabu dan Maxi Nenabu dipertanyakan oleh Stevanus Pobas,SH, kuasa hukum keluarga korban.
Melalui telepon, Kamis (27/2/2020) Stev Pobas mengatakan selama ini sebelum kejadian, dalam interaksi sosial keseharian Robby, tidak tampak tanda-tanda fisik ataupun perilaku dari Robby yang mengindikasikan adanya gangguan psikologi atau mental. Robby melakukan aktifitas sosialnya secara normal.
Karena itu pihaknya merasa pemeriksaan psikologi untuk melengkapi berkas perkara Robby Timaubas adalah sesuatu yang menimbulkan tanya. “Saya tidak sampaikan kalau petunjuk (JPU) itu janggal atau aneh tapi selama ini tidak ada tanda-tanda kalau mental atau kejiwaan tersangka terganggu. Dia (Robby) ada kerja baik-baik disana (desa). Terus apa yang dilihat JPU terhadap tersangka sehingga perlu periksa psikologi yang bersangkutan?,”kata Stev.
Kajari TTS, Fachrizal,SH yang dimintai tanggapannya mengatakan petunjuk tersebut bukan hal aneh karena JPU hanya ingin memastikan kondisi psikologi yang bersangkutan saat mempertanggungjawabkan perbuatannya di persidangan.
Dalam berkas perkara yang menjelaskan soal kronologi kejadian tindakan Robby yang sadis terhadap keponakannya Imer Nenabu kata Kajari Fachrizal membuat JPU ingin memastikan mental Robby lewat pemeriksaan psikologi.
“Petunjuk itu kita perlukan untuk memastikan kondisi psikologi yang bersangkutan. Ini juga untuk memastikan apakah yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya?, Disini kita perlu tahu dan pastikan psikologi pelaku seperti apa karena di berkas, dia tiba tiba datang tikam bunuh anak itu, sebabnya apa?, Dan yang dibunuh itu masih keluarga. Jadi itu bukan petunjuk yang aneh, kita hanya mau pastikan saja psikologi pelaku,”katanya.
Kajari Fachrizal hanya tertawa kecil ketika ditanya apakah petunjuk itu merupakan suatu cara penuntut untuk meringankan ancaman hukuman bagi pelaku.
Robby Timaubas (36), wiraswasta, yang tinggal di  RT 016/RW 007 desa Oni kecamatan Kualin diduga melakukan penganiayaan berat terhadap Yupiter Timaubas (55), ayah tirinya, Heridion Timaubas (30), adiknya dan Imer Nenabu (11), keponakannya.
Ketiga orang tersebut dianiaya berikutan dalam waktu beberapa jam pada Senin (20/1/2020) malam dan Selasa (21/1/2020) dini hari. Imer Nenabu, keponakan tersangka tewas setelah mendapat pelayanan di puskesmas Kualin.
Yupiter Timaubas petani di RT 009/RW 004, desa Oni, mengalami luka robek di  testa bagian kiri terkena benda tajam/pisau. Heridion Timaubas mengalami luka robek pada paha kiri, punggung kiri, betis kaki kiri dan pergelangan tangan kiri akibat terkena benda tajam.
Korban ketiga adalah Imer Nenabu (11) mengalami luka robek terkena benda tajam pada leher bagian kiri dan kanan, setelah dibawa ke Puskesmas Kualin dan sempat mendapat perawatan, korban meninggal dunia.
kronologis kejadian bermula pada senin tanggal 20 Januari 2020 sekitar pukul 23.30 wita bertempat di rumah korban Yupiter, pelaku melakukan penganiayaan menggunakan pisau terhadap korban Yupiter. Korban berhasil melarikan diri dan meminta bantuan kepada tetangga.
Kemudian sekitar pukul 02.30 wita hari Selasa 21 Januari 2020, pekaku meminta tolong kepada saksi Feliks Sakan untuk diantar ke rumah pelaku di Bitan menggunakan kendaraan yang dikemudikan pelaku. Tiba di rumahnya, pelaku masuk ke rumahnya. sekitar 1 menit lalu keluar lagi dan mengajak saksi Feliks pergi untuk beli rokok di rumah korban Heridion yang berjarak sekitar 1 kilometer.
Setibanya di rumah korban, pelaku mengetuk pintu dan memanggil korban hendak membeli rokok. Setelah korban  bangun dan membuka kios, pelaku membeli rokok menggunakan uang Rp. 50.000. Kemudian korban berbalik hendak mengambil uang kembalian, saat itu pelaku  langsung mengambil pisau dan menikam korban dari belakang.
Saksi Feliks berteriak mengingatkan korban dan langsung lari menggunakan motornya.
Setelah menikam korban Heridion, Pelaku berjalan kaki menuju rumah korban Imer Nenabu yang berjarak sekitar 750 meter dan sekitar pukul 03.30 wita pelaku masuk ke rumah korban Imer melalui pintu belakang yang biasanya tidak dikunci. Setibanya di dalam kamar, korban sementara tidur pulas bersama ibu kandung korban Ranci Timaubas. Kemudian pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau yang sudah dibawa pelaku sebanyak 2 kali. Tikaman tersebut mengenai korban pada leher kiri dan kanan yang menyebabkan korban kemudian meninggal di puskesmas Kualin.
Sekitar pukul 03.45 wita keluarga korban datang melapor ke Mapolsek Kualin dan Kapolsek Kualin IPDA Simon Petrus Ninu bersama 2 anggota BRIGPOL Paulus Bien dan  BRIGPOL Vincen Bria melakukan pencarian terhadap pelaku.
Dan sekitar pukul 07.00 wita pelaku ditangkap di rumah Ongki Ton di Kiu ana, Rt/Rw 013/006, desa Oni.
Sekitar pukul 07.15 wita anggota polisi membawa pelaku menuju Mapolsek Kualin tetapi tiba di cabang Oni polisi mendapat hadangan dari keluarga korban tetapi massa dapat dihalau dan pelaku tiba di sel Mapolsek sekitar pukul 07.30 wita.
Sekitar pukul 07.40 wita keluarga korban datang ke Mapolsek Kualin dan berusaha mencari pelaku, tetapi setelah melakukan koordinasi,keluarga dapat dibubarkan dan pihak keluarga meminta agar pelaku segera digeser ke Kota SoE.
Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari membenarkan adanya kejadian tersebut.
Robby ditersangkakan dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *