Pospera Bersama Pendeta dan Warga Tuasene Temui Kapolres,  Terungkap Modus Permainan Dana Desa

oleh -11.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),NTT bersama pendeta Tomi Biaf dan sejumlah warga desa Tuasene kecamatan Molo selatan Selasa (4/2/2020) pagi mendatangi markas Polres TTS. Mereka bertemu langsung Kapolres AKBP Aria Sandi,SIK bersama sejumlah petinggi Polisi di aula Bhayangkara 70 Mapolres TTS untuk melaporkan dugaan penyelewengan dana desa Tuasene tahun 2016,2017 dan tahun 2018.
Pada kesempatan tersebut dua warga diantaranya, Simon Aplugi dan Imanuel Snae berkesempatan berbicara langsung dengan Kapolres Aria dan jajarannya. Dalam penyampaiannya terungkap modus dugaan permainan dana desa yang diduga dimainkan oknum pengelola dana desa Tuasene dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana untuk item pekerjaan prasasti dan gedung PAUD.

Simon Aplugi mengatakan tahun 2018 ia terlibat dalam pekerjaan tiga prasasti yang didanai dana desa. Namun belakangan diketahui bahwa upah Harian Orang Kerja (HOK) yang diterima tidak sesuai dengan Laporan pertanggungjawaban dana desa yang dibuat pemerintah desa Tuasene untuk diserahkan ke Pemda kabupaten TTS. “Saya terima Rp 200 ribu peritem kerja jadi untuk tiga prasasti itu saya terima Rp 600 ribu. Itu yang masing-masing saya tandatangan di kwitansi kecil bermeterai 6.000. tapi belakangan saya lihat di SPJ saya terima Rp 850 ribu peritem itu, tandatangan saya juga terlihat di SPJ itu, saya lihat baik-baik rupanya tandatangan saya itu di scan karena saya tidak pernah tandatangan di SPJ itu,”kata Simon.

Karena kesal kata Simon ia kemudian menelepon Daud Mbau, pihak TPK yang menyodorkan uang dan kwitansi kecil bernilai masing-masing Rp 200 ribu itu. “saya telepon tanya Daud Mbau TPK kenapa saya terima Rp 200 ribu peritem tapi di SPJ saya terima Rp 850 ribu peritem?, dia (Daud).bilang itu urusan kades. Saya kesal karena jangan sampai kita yang dituduh maling uang negara,”katanya.

Imanuel Snae mengatakan tahun 2017 ia terlibat dalam pekerjaan satu unit bangunan PAUD bernilai Rp 51 juta. Pekerjaan tersebut sudah selesai 100 persen namun anehnya di tahun berikutnya item pekerjaan tersebut muncul lagi di APBDes tahun 2018 dengan anggaran yang sama dan di lokasi yang sama.
Pendamping tekhnis desa Tuasene Sam Aplugi yang ikut dalam pertemuan tersebut menyampaikan pihaknya tidak tahu menahu soal RAB program-program dana desa Tuasene sehingga ia menilai RAB yang dipakai adalah RAB siluman.
Ferdy Kase, wakil ketua Pospera mengataka  ada 46 persoalan dugaan penyelewengan dana desa Tuasene dalam tiga tahun anggaran yang disampaikan ke Kapolres. Ke-46 tersebut sudah dibuat tertulis untuk diserahkan ke Polres TTS.
Pendeta Tomi Biaf mangatakan ia mendukung perjuangan masyarakat Tuasene dalam memproses persoalan tersebut ke meja hukum karena dilihat masyarakat menjadi korban dalam pemanfaatan dana pada sejumlah item program namun dalam upayanya itu, ia mendapat intimidasi dari oknum pemerintah desa dan hal itu telah ia sampaikan ke majelis Sinode GMIT dan saat ini tengah diadvokasi.
Kapolres Aria Sandi menyampaikan terimakasih atas sikap pospera dan warga Tuasene atas laporan yang disampaikan. Menurut Kapolres Aria, sikap tersebut merupakan bentuk pengawalan masyarakat terhadap pelaksanaan dana desa sesuai instruksi presiden agar semua elemen masyarakat mengontrol pelaksanaan dana desa.
“Kalau ada persoalan yang ditemukan di lapangan soal dana desa, laporkan ke aparat. Kita kawal sama-sama, kalau salah kita proses,”katanya.
Kapolres Aria mengatakan program dana desa kini menjadi fokus pengawalan Polres TTS. Pihaknya sudah menginstruksikan kepada semua jajaran hingga Polsek untuk mengawal ketat pelaksanaan program dana desa.
Laporan warga Tuasene tersebut kata Kapolres Aria, menambah jumlah desa yang telah dilaporkan masyarakat ke Polres TTS soal dugaan adanya penyimpangan pengelolaan dana desa. Pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.
Pihak pemerintah desa Tuasene belum berhasil dikonfirmasi soal ini. (Jmb)

2 thoughts on “Pospera Bersama Pendeta dan Warga Tuasene Temui Kapolres,  Terungkap Modus Permainan Dana Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *