Saksi Balai Sungai II Tak Hadir, Ketua Majelis Hakim Gugatan Temef Cuti

oleh -2.5K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Sidang lanjutan perkara perdata gugatan ganti rugi lahan bendungan Temef kecamatan Polen di Pengadilan Negeri (PN) SoE, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali di gelar Selasa (25/2/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat 2, Balai sungai wilayah II Nusa Tenggara /kementerian PUPR.
Namun agenda persidangan tersebut ditunda ke tanggal 10 Maret 2020.karena saksi pihak balai sungai II tidak hadir. Sidang untuk mendengarkan keterangan saksi tergugat 2 tersebut sebenarnya dilanjutkan pada Selasa 3 Maret pekan depan namun digeser ke tanggal 10 Maret 2020 karena ketua Majelis Hakim, Wempy Duka,SH cuti pada pekan perdana Maret tersebut.
Usai sidang kuasa hukum tergugat 2 enggan berkomentar kepada wartawan soal ketidakhadiran saksi yang telah disiapkan tersebut. “Kita tidak mau berkomentar dulu yang pasti kita sudah siapkan saksi, sidang berikut pasti kami hadirkan,”kata kuasa hukum pemprov saat berjalan keluar dari ruang sidang.
 
Dalam sidang ketua majelis hakim Wempy Duka mengatakan pihaknya hanya memberikan satu kali kesempatan kepada tergugat 2 untuk hadirkan saksi pada persidangan berikutnya, tanggal 10 Maret. Jika pada sidang berikut saksi tidak hadir lagi maka agenda akan dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada tergugat 3,pemprov NTT dan 4/Pemda TTS untuk menghadirkan saksinya.
Pada kesempatan tersebut pihak tergugat 3 menyampaikan tidak akan mengajukan saksi pada persidangan berikut sehingga setelah pemeriksaan saksi tergugat 2, agenda sidang ldilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dari pihak tergugat 4, Pemda TTS/bupati.
Perkara gugatan ganti rugi ini diajukan Fransiskus Lodowik Mella. Luas lahan yang digugat ganti rugi oleh Fransiskus Mella seluas 312 hektare yang meliputi wilayah tiga desa di kecamatan Polen dan Oenino yang menjadi kawasan pembangunan Bendungan Temef, yang sementara dikerjakan PT. Nindya Karya dan PT. Waskita Karya.
Besaran ganti rugi yang diajukan Fransiskus Mella sebesar Rp 312 miliar. Pihak yang digugat adalah PT Nindya Karya pelaksana proyek bendungan Temef selaku Tergugat I, Pihak Balai Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR tergugat II,  pemerintah provinsi NTT tergugat III dan Pemda TTS selaku tergugat IV.(Jmb)
_________
Foto: sidang pemeriksaan saksi tergugat 1.selasa pekan lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *