Tuntutan Timotius dan Jhony Lebih Ringan Dari Jefri, Jemmy dan Semmy

oleh -3.5K views

Kupang, fakta-tts.com – Sidang perkara korupsi dana pembangunan Embung Mnelalete kecamatan Amanuban barat kabupaten TTS, provinsi NTT tahun 2015 di Pengadilan Tipikor Kupang masuk pada tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTS.

Lima orang terdakwa, Jefri Un Banunaek, mantan anggota DPRD NTT, Semmy Nggebu, mantan kadis PU kabupaten TTS, Jemmy Un Banunaek, pelaksana proyek di lapangan, Johanis Fanggidae, kontraktor, dan Timotius Tapatab, konsultan pengawas sudah mendengar tuntutan JPU dalam sidang yang digelar Selasa (10/3/2020) dan Rabu (11/3/2020).

Kelima terdakwa mendapat tuntutan hukuman pidana penjara berbeda dari JPU, Khusnul Fuad,SH dan Mourits Kolobani,SH. Jefri dituntutan 5 tahun penjara potong masa tahanan sama dengan saudaranya, Jemmy Un Banunaek juga dituntut Lima tahun penjara. Terdakwa Semmy dituntut empat tahun penjara, dan dua terdakwa lain, Timotius Tapatab dan Johanis mendapat tuntutan hukuman yang lebih ringan dibanding tiga terdakwa lain. Timotius dituntut 2,6 tahun penjara dan Johanis dua tahun penjara.

JPU Khusnul Fuad kepada fakta-tts.com, Rabu malam mengatakan tuntutan para terdakwa berbeda karena sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan. Fakta-fakta tersebut menjadi pertimbangan bagi JPU dalam memberikan tuntutan hukuman bagi masing-masing terdakwa. “Sesuai fakta persidangan ada hal yang memberatkan dan ada yang meringankan, dalam tuntutan itu jadi pertimbangan,”katanya.

Para terdakwa kata Fuad sesuai fakta persidangan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan yang merugikan negara sesuai yang diatur dalam pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/99 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang – undang 2000/2001 jo pasal 55 ayat  1 ke 1 KUHP.. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *