Warga Fatumnutu, Zet Anin Tewas Ditembak

oleh -10.2K views
Polen, fakta-tts.com – Zet Anin (65), warga RT 01 RW 02 desa Fatumnutu Kecamatan Polen Kabupaten Timor Tengah Sslatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (14/2/2020) siang sekitar pukul 12.39 wita tewas tertembak peluru senapan angin yang diletupkan keponakannya, MM warga sekampung.
Entah sengaja atau tidak, MM siang itu mengarahkan senapan angin ke om nya dan senjata diletupkan. Peluru mengenai leher om nya yang  kemudian tewas dalam perawatan di Puskesmas Polen.
MM sempat kabur setelah mengetahui om nya tewas namun kemudian pada Minggu (16/2/2020) siang menyerahkan diri ke Polsek Polen. MM kini mendekam dalam sel polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Kasat reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH,MH kepada fakta-tts.com Minggu malam menyampaikan kronologi kejadian tersebut bermula ketika pada Jumat itu sekitar pukul 12.30 wita MM keluar dari rumahnya dengan membawa senapan angin hendak menuju bawah (sonaf).
Sampai di depan rumah Zet Anin, MM melihat Zet sedang duduk dibawah pohon dan MM mengatakan kepada Zet,  “Om saya test senapan dulu” kemudian MM memompa senapan tersebut sebanyak 4 kali dan mengarahkan senapan tersebut kearah Zet. terdengar suara letusan senapan.
Jarak antara MM dan Zet kata Iptu Jamari, sekitar 15 meter. setelah terdengar bunyi senapan tiba-tiba korban mengatakan “saya kenapa kok kamu tembak saya” . Sambil memegang leher bagian kanan, kemudian MM langsung menuju ke Zet yang sudah mengeluarkan darah dan mengatakan “aduh om saya tidak sengaja” dan MM menggendong Zet menuju puskesmas.
MM sempat memanggil ojek untuk mengantar om nya itu ke puskesmas dan membawa sampai ke puskesmas namun sesampainya di puskesmas dan mendapat perawatan Zet meninggal dunia. “melihat hal tersebut Tersangka langsung melarikan diri dan Minggu 16 Februari 2020 pukul 04.00 Wita ia menyerahkan diri ke Polsek, sekarang lagi ditahan,”kata Iptu Jamari.
Kejadian tersebut diketahui oleh Elfiana Anin (14),Nifriana Anin (22) dan Jefri Kolonel (20) yang dimintai keterangan sebagai saksi.
 
MM diproses hukum dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *