Jean Ditahan Polisi, Begini Kata Sejumlah Anggota DPRD TTS

oleh -2.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com –
Jean Neonufa, anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dari fraksi Nasdem akhirnya ditahan penyidik Polres TTS dalam kasus dugaan pelecehan sex terhadap DLS, tenaga medis di Puskesmas Kota SoE.
Jean ditahan Senin (3/5/2021) malam setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak siang sekitar pukul 10.00 WITA. Ia ditahan untuk kepentingan kelancaran proses penyidikan kasus itu.
 
Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka R.A  Bahtera mengatakan Jean dijerat dengan pasal 289 KUHP, Sub padal 281 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman kurungan penjara 9 tahun.
Informasi soal penahanan Jean Senin malam beredar cepat. Selasa (4/5/2021) pagi,  sejumlah rekan Jean, sesama anggota dewan yang ditemui di kantor DPRD TTS mengaku mereka juga sudah mendengar informasi tersebut lewat media.
Komentar disampaikan sejumlah anggota dewan terkait penahanan Jean Neonufa, ketua DPRD TTS periode kemarin yang kini menjabat sebagai wakil ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS.
“Kita Hargai proses hukum yang berjalan. Sebelumnya kita sempat ceritera ceritera dengan beliau di kantor sini dan beliau sampaikan ia siap jalani proses,”kata Roy Babys, fraksi PKB.
Lusianus Tusalakh,  fraksi Hanura, mengatakan dengan proses hukum itu menjadi catatan bagi masyarakat kalau hukum tidak pandang bulu.
“Ini jadi catatan bahwa hukum tidak pandang bulu. Beliau harus berbesar hati hargai proses yang berjalan. Soal keputusan bukan wewenang kami,”kata Tusalakh.
Sementara rekan Jean di fraksi NasDem, Jason Benu, mengatakan secara pribadi ia merasa terpukul juga dengan kasus yang dialaminya. Jauh sebelum Jean diperiksa sebagai tersangka kata Jason, ia pernah mengingatkan kepada Jean untuk jaga nama baik lembaga dalam perilaku kita di publik.
“Sebagai teman, ini peringatan juga bagi kita untuk jaga wibawa lembaga. Saya dengan pak Jean dekat, selama ini dalam komunikasi kita saya ingatkan untuk jaga wibawa. Bahkan saya pernah tergur beliau. Soal proses hukum kita serahkan ke aparat penegak hukum.
Kita tidak intervensi Kasus ini sudah terbuka ke publik dan saya
harap pak Kean ikuti proses hukum secara baik sebagai bentuk pertangjawaban ke publik,”kata Jason Benu.
Pada tahun 2020 lalu Jean dilaporkan oleh oknum warga karena dugaan penganiayaan di SPBU Oenali. Laporan tersebut berakhir damai di Polisi sehingga proses hukum tidak dilanjutkan.
Kali ini ia dilaporkan soal dugaan pelecehan sex.
Adalah DLS, oknum ASN di  Puskesmas Kota SoE yang melaporkan mantan ketua DPRD TTS periode lalu itu.
DLS melaporkan Jean ke  Polres TTS pada hari Minggu (11/4/2021) atau beberapa saat setelah dugaan kejadian tersebut. Disampaikan DLS, Jean melakukan hal itu saat mendatangi kediamannya di RT 02/RW01 desa Mnelalete kecamatan Amanuban barat.
Saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu, Jean membantah telah melakukan pelecehan sex terhadap DLS, ia berencana melapor balik DLS karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *