Kasus Cendana, Kapolres TTS : Aset Pemda atau Bukan?

oleh -1.2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Polres Timor Tengah Selatan (TTS) masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pencurian satu pohon Cendana di komplek kantor bupati lama, Kota SoE.

Kapolres TTS, AKBP Andre Librian,SIK, Kamis (6/5/2021) di ruang kerjanya mengatakan kasus tersebut masih dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Dari keterangan sejumlah saksi yang sudah diambil, polisi masih membutuhkan bukti soal status kayu Cendana tersebut.
“Masih penyelidikan, masih pemeriksaan saksi-saksi. Kita sedang melakukan pengecekan apakah kayu itu aset Pemda atau bukan?,”kata Kapolres Andre.
Ia menambahkan status kayu tersebut diperlukan dalam penyelidikan untuk memastikan unsur pencurian sesuai laporan yang diterima polisi sebelumnya.
Saat Kayu tersebut diamankan dari Rumah jabatan Bupati TTS beberapa waktu lalu, kata Kapolres Andre, sudah terpotong-potong.
“Kayunya sudah kita amankan dari rumah jabatan Bupati. Kayunya sudah terpotong-potong,”katanya.
Sebelumnya kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) kabupaten TTS, Yupiter Pah kepada wartawan mengatakan ia bertanggungjawab atas dicabutnya pohon kayu itu dari lingkungan kantornya di komplek eks kantor bupati. (eks kantor bupati kini dijadikan kantor BKPP dan sejumlah OPD lain).
Yupiter mengatakan pihaknya mencabut pohon Cendana itu untuk diamankan karena sebelumnya ada enam pohon Cendana di lingkungan sejumlah OPD yang hilang.
Ia mengaku pihaknya melakukan itu setelah berkoordinasi dengan bupati TTS. Saat pencabutan juga disaksikan satpol PP. kayu yang dicabut kemudian dibawa ke rumah jabatan Bupati. “Pak bupati perintah untuk amankan karena kuatir nanti hilang juga seperti pohon Cendana lain yang di kantor Pol PP dan BKD,”katanya.
Menurutnya tindakan yang dilakukan bukan kategori pencurian melainkan pengamanan karena tindakan tersebut atas koordinasi dan sepengetahuan pihak Pemda dan perintah pimpinan daerah, bupati TTS.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *