Polisi Ungkap Pemenggal Kepala Yulius Benu, Begini Kronologi Pengakuan Pelaku

oleh -5.9K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap pelaku pembunuhan Yulius Benu, warga desa OeEkam kecamatan Noebeba, Sabtu (9/1/2021).
Kapolres TTS, AKBP Andre Librian,S.IK didampingi Kasatreskrim Iptu Hendricka R.A Bahtera S.TK,S.IK dalam konfrensi Pers Senin (11/1/2021) di Mapolres TTS mengatakan polisi telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan dari bukti dan keterangan saksi-saksi yang diperoleh MF, juga warga OeEkam, diduga kuat sebagai pelaku pemenggal kepala Yulius Benu.
Dalam konfrensi Pers tersebut, MF, lelaki berusia 60-an tahun itu mengaku dia menghabisi Yulius Benu karena dendam. Ia menyimpan dendam kepada Yulius karena Yulius diduga sebagai orang yang membunuh isterinya saat ia meminta Yulius untuk mengobati isterinya yang sakit Februari tahun lalu. “Saya balas dendam karena isteri saya dia (Yulius Benu) kasih minum air air, isteri saya meninggal,”kata MF.
 
Kronologi kasus pembunuhan ini bermula ketika polisi mendapat informasi dari kepala dusun II OeEkam, Jhon Tenis, kalau terjadi kasus pembunuhan di wilayah itu.
 
Di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA, polisi  menemukan jazad pria tanpa kepala di Besasoka RT 06 RW 03 Dusun I desa Oeekam kecamatan Noebeba.
Sekitar 20 meter dari jazad tersehut, polisi menemukan topi dan kain yang diduga milik korban. Dititik itu juga ditemukan sebilah parang dan saku sirih pinang dari karung plastik warna putih.
Dalam kantong (saku) sirih pinang tersebut ditemukan sebuah KTP atas nama Yulius Benu, tempat tanggal lahir Oeusapi 27 juli 1962, pekerjaan petani, alamat RT 01 RW 02 Dusun I desa oeekam kecamatan Noebeba kabupaten TTS.
Disampaikan Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda I Made Sudarma wijaya, Dari petunjuk identitas di KTP tersebut diketahui bahwa mayat tanpa kepala tersebut adalah Yulius Benu, warga desa Oeekam. Hal itu diperkuat dengan pengakuan Ester Nesimnasi bahwa kalau jasat tersbut adalah suaminya.
Kepada polisi Ester menyampaikan Ester Nesimnasi, pada pukul 06.00 wita korban pamit untuk pergi ke kebun di Hausisi dan korban juga sempat meminta parang dan juga sirih pinang kepadanya. setelah itu korban langsung pergi sendirian ke kebun. Ia baru tahu kalau suaminya telah meninggal pada pukul 17.30 setelah diberitahu oleh Jufri Baok.
Sementara kepala Yulius Benu baru ditemukan sehari kemudian, Minggu (10/1/2020) dalam pengembangan pemeriksaan yang dilakukan polisi. Kepala Yulius Benu ditemukan di antara bebatuan dalam kali yang jaraknya berkilo-kilo meter dari jazad tersebut.
Kapolsek Amanuban Selatan Ipda I Made Sudarma Wijaya sebelumnya menyampaikan awalnya dikira bahwa jazad tanpa kepala tersebut adalah MF yang sudah keluar dari rumah sehari sebelumnya.
pada Minggu (10/1/2021) sekira pukul 10.00 wita polisi melakukan interogasi terhadap beberapa saksi yang diduga ada hubungan dengan kasus tersebut yakni Joksan Selan, Yermias Beti, Oni Nenoliu dan Laka Nesimnasi dan diperoleh keterangan dari para saksi bahwa MF tidak meninggal karena sementara berada di rumah Yermias Beti di kualeu Desa Teas untuk melihat ternak sapinya.
Oni Nenoliu dan Laka Nesimnasi menerangkan mereka yang membawa MF kembali MF ke OeEkam dengan cara membonceng tiga dengan sepeda motor milik Oni Nenoliu.
Saat itu MF membawa sebuah karung yang di lipat berbentuk pipih seperti parang. Ketika tiba didepan rumah Simon Fallo, MF memberi tahu Oni Nenoliu dan Laka Nesimnasi bahwa Ia tidak mau melanjutkan perjalanan ke OeEkam karena sakit sehingga ingin bermalam dirumah Simon Fallo.
Disampaikan Kapolsek Made, atas dasar keterangan para saksi maka penyelidikan dikembangkan dengan cara menjemput MFuntuk dimintai keterangan. namun MF menyangkal terlibat dalam kasus itu.
Polisi kemudian menginterogasi MF  lebih lanjut yang kemudian menemukan bukti petunjuk  berupa bercak darah yang ada pada celana pendek berwarna loreng yang dikenakan MF. kemudian MF diminta untuk melepaskan celana pendek tersebut agar diamankan sebagai barang bukti.
Sekitar pukul 14.00 wita tambah Kapolsek Made, Tim penyelidik yang dipimpin Kasat Reskrim Res TTS melakukan pengeledahan di rumah Esau Tanesib di Susio desa Teas untuk mencari BB parang dan pakian yang digunakan MF namun hasilnya nihil. selanjutnya Tim Penyelidik melakukan penggeledahan lagi di rumah Simon Fallo hal ini karena pada malam sabtu tanggal 09 Januari 2021, MF menginap di rumah tersebut namun hasil yang diperoleh nihil. oleh karena itu Tim kembali ke Penginapan Tim di desa Oeekam.
Kemudian pada pukul 17.21 wita anak dari Simon Fallo yaitu Yotam Fallo menginformasikan kepada Kapospol Noebeba Fia Tlp bahwa telah ditemukan sebuah karung berwarna merah yang berisikan sebilah parang yang tersimpan dibawah tumpukan kayu Cendana. Atas informasi tersebut maka Tim memerintahkan 2 orang anggota untuk menjemput BB tersebut. Sekitar pkl 17.48 wita anggota yang ditugas untuk menjemput BB kembali ke penginapan dgn membawa BB tersebut.
Selanjutnya Tim melanjutkan penyelidikan dengan menginterogasi MF soal kepemilikan parang tersebut, namun MF menyangkal sebagai pemilik parang tersebut.
Namun Ananias Fallo, anak MF mengaku bahwa parang tersebut  milik ayahnya.
Dari pengakuan Ananias Fallo tersebut maka akhirnya MF mengakui bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh dirinya dengan motif dendam karena istrinya yang meninggal pada tahun lalu diduga diracuni oleh korban Yulius Benu.
MF mengaku bahwa setelah Ia membunuh korban lalu kepala korban dibungkus dengan bajunya dan dibawa ke suatu tempat yang bernama temef RT 01 RW 1 Desa Teas untuk disembunyikan. Selanjutnya pada pkl. 18.00 wita Tim yang dipimpin oleh Kapolsek Amanuban Selatan meluncur ke lokasi penyimpanan kepala korban.
 
Pada pukul 20. 20 wita tim yang mencari kepala korban kembali ke penginapan dengan membawa BB berupa sebuah kantung yang berisi kepala korban dan selanjutnya ditunjukan kepada keluarga korban dan mereka menerima bahwa potongan kepala tersebut adalah kepala korban yang merupakan suami, ayah dan saudara dari mereka sendiri. Selanjutnya Kasat Reskrim Res TTS bersama Kapolsek Amanuban Selatan dan rombongan menyerahkan Jenasah Korban an. Yulius Benu untuk dimakamkan.
MF kini diamankan di Mapolres TTS untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *