Soal Dugaan Pelecehan Sex Jean Neonufa, Ketua  Nasdem TTS : “Kita Tunggu Keputusan Pengadilan”

oleh -2.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Jean Neonufa, anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dari fraksi Nasdem, kembali terseret persoalan hukum. Jika tahun 2020 lalu ia dilaporkan karena dugaan penganiayaan kali ini ia dilaporkan soal dugaan pelecehan sex.
Adalah DTS, oknum ASN di  Puskesmas Kota SoE yang melaporkan mantan ketua DPRD TTS periode lalu itu.
DTS melaporkan Jean ke  Polres TTS pada hari Minggu (11/4/2021) atau beberapa saat setelah dugaan kejadian tersebut. Dan kini laporan tersebut sementara diselidiki pihak Polres TTS.
Menanggapi itu ketua DPD Nasdem kabupaten TTS, Jhony Army Konay, Selasa (13/4/2021) di kantor DPRD TTS mengatakan pihaknya belum mendapat laporan atau pengaduan dari pihak DST. Pihaknya hanya mengetahui masalah dari pemberitaan media massa.
Meski demikian pihaknya telah memanggil Jean Neonufa pada Senin malam untuk dimintai klarfikasi soal informasi yang beredar di media massa tersebut. “Belum ada laporan resmi dari korban ke partai kita tahu lewat media massa. Tadi malam kita sudah panggil Jean untuk minta klarfikasi dan kronologi kejadian. Korban yang belum kita panggil. lagi kita upayakan,”kata Army yang juga adalah wakil bupati TTS ini.
Dikatakan dalam menyikapi masalah itu pihaknya berpegang pada asas praduga tak bersalah sesuai aturan partai
“Kita masih berpegang pada asas praduga tak bersalah. Di partai itu ada badan hukum dan ada mahkamah partai yang bertugas mengadili kader yang diduga langgar aturan partai,”katanya.
Karena masalah itu telah dilaporkan ke aparat hukum maka untuk mengambil keputusan tegas terhadap Jean Neonufa, pihaknya perlu menunggu akhir dari proses hukum tersebut di pengadilan.
“Kita menunggu sampai keputusan inkrah di pengadilan. Keputusan (soal kasus Jean Neonufa) Partai tidak bisa mendahului keputusan pengadilan,”katanya.
Kepada wartawan Jean membantah telah melakukan pelecehan sex terhadap DLS, ia berencana melapor balik DLS karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.
Pada tahun 2020 kemarin Jean juga terseret kasus pidana karena diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga di SPBU Oenali.
Proses hukum kasus itu berakhir damai di Polres TTS. Saat itu, korban penganiayaan dan keluarga juga melapor ke Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS namun hasilnya belum diketahui kejelasannya. 
 
Kali ini DTS juga mengadukan Jean ke BK DPRD TTS.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *