930 PPK & PPS Kabupaten TTS Dilantik, 1 Desa 3 PPS

oleh -1.7K views
Kota SoE, Fakta TTS-Ketua KPU kabupaten TImor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayub Magang, Kamis (8/3/2018) melantik dan mengambil sumpah 930 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/Kota serta presiden dan wakil presiden tahun 2019 kabupaten TTS.
Sesuai Surat Keputusan KPU kabupaten TTS Nomor 32/HK.0111/kpts/5302/KPU-Kab/III/2018 tertanggal 7 Maret 2018 jumlah anggota PPK yang dilantik sebanyak 96 orang dan PPS sebanyak 834 orang untuk 278 desa/kelurahan dalam 32 kecamatan di kabupaten TTS.
Dengan jumlah itu tanggungjawab pelaksanaan tahapan pemilu legislatif dan Pilpres tahun 2019 tingkat desa/kelurahan di kabupaten TTS akan dilaksanakan oleh 3 orang PPS untuk setiap desa/kelurahan.
Ketua KPU TTS, Ayub Magang dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar PPK dan PPS melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara bertanggungjawab dan tidak gampang diintervensi oleh pihak lain termasuk partai politik (parpol). “Jangan coba-coba bermain mata, kita akan tegas kalau ada yang macam-macam. buktikan kita sebagai penyelenggara yang berintegritas dan berkualitas,”katanya.
Dikatakan Ayub pihaknya telah berkomitmen agar Pemilu 2019 mendatang lebih berkualitas dibanding pemilu tahun 2014 lalu yang mana periode itu salah satu kendala yang dihadapi KPU TTS adalah waktu pemberian suara oleh pemilih di bilik suara yang memakan waktu lebih dari 5 menit. Kondisi ini kata Ayub berdampak pasa batas waktu pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Karena itu Ayub meminta agar pelaksana pemilu ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan dapat memberikan sosialisasi tata cara pemilihan lebih optimal kepada masyarakat. Ia juga berharap dalam pemutahiran data pemilih pemilu pileg dan pilpres pada April ini PPK dan PPS melaksanakan tugasnya secara baik sehingga bisa dipastikan semua warga yang punya hak pilih dapat terdata sebagai pemilih untuk menggunakan hak politiknya di pileg maupun pilpres.
“Pemilu kali ini penuh tantangan karena jumlah partai 15, pemilih kita banyak dan ada puluhan ribu yang belum beridentitas, kertas suara juga ada banyak jadi benar-benar perlu kerja keras dan bertanggungjawab. Pemilu lalu kekuramgan kita sosialisasi yang kurang optimal sehingga masyarakat kurang paham cara berikan suara yang benar dan tepat. Satu pemikih saja bisa 5 sampai 10 menit. Ini tantangan dari sisi  waktu.kali ini tidak boleh begitu lagi,”katanya.
Mewakili Forkopimda, Dandim 1621/TTS, Letkol Rhino Charles Tuwo, mengatakan untuk suksesnya pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sebagai penyelenggara pemilu, maka setiap penyelenggara diharapakan agar berpikir kalau apa yang dilakukan dipertanggungjawab kepada Tuhan. Ia mengharapkan penyelenggara memainkan perannya secara benar sesuai aturan yang berlaku.
Aprianto Ale pejabat di bagian pemerintahan setda TTS juga berharap masing-masing penyelenggara memperhatikan dan menjalankan tugasnya sesuai aturan.
Ketua Panwaslu Melky Fay berharap penyelenggara tidak masuk angin saat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di lapangan.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *