Paul Mella; “Era Perubahan, Butuh Pemimpin Yang Kompeten”

oleh -1.7K views

Kota SoE, Fakta TTS-Bupati Paul Mella dalam sambutannya usai melantik 14 pejabat tinggi pratama di aula utama kantor bupati TTS awal pekan ini mengatakan di Era Perubahan Yang Sangat Cepat Sekarang Ini Keberadaan Pemimpin Merupakan Salah Satu Faktor Yang Sangat Besar Pengaruhnya Terhadap Kinerja Organisasi. Pemimpin Memiliki Peran Sebagai Perencana, Pemikir, Pelaku, Pengendali Dan Sekaligus Pengambil Keputusan Dalam Penataan Organisasi. Karena Itu Maka Dibutuhkan Pemimpin Yang Memiliki Kompetensi, Kualifikasi, Kepangkatan, Pendidikan Dan Latihan Yang Sesuai, Rekam Jejak Jabatan Dan Integritas Yang Tinggi Untuk Menduduki Suatu Jabatan Tertentu.

Hal tersebut sebagai Implementasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Pemerintah Kabupaten TTS telah melakukan Penilaian Kembali Kesesuaian Kompetensi Dan Jabatan Yang Diduduki Terhadap Pejabat Tinggi Pratama Yang Sementara Menduduki Jabatan Untuk Dilakukan Rotasi Yang Telah Dilaksanakan Mulai Tanggal 20 Nopember Sampai Dengan Tanggal 25 Nopember 2017.

Dikatakan dalam Rencana Awal Penilaian Kompetensi Dilakukan Terhadap 28 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Tetapi Dalam Surat Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor : B-2785/Kasn/10/2017 Tanggal  31 Oktober 2017 Dinyatakan Bahwa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Yang Penetapannya Dalam Organisasi Perangkat Daerah Baru Dilakukan Melalui Job Fit, Maka Tmt Jabatannya Dihitung Pada Saat Ditetapkan Dan Dilantik Pada Organisasi Perangkat Daerah Baru Sehingga Terdapat 2 (Dua) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan Yang Tidak Perlu Mengikuti Penilaian Kompetensi, Sehingga Jumlah Total Yang Mengikuti Penilaian Kompetensi Sebanyak 26 (Dua Puluh)  Orang.

Penilaian Kompetensi Yang Dilakukan Terhadap Para Pejabat Pimpinan Tinggi kata bupati Mella Meliputi Penilaian Kompetensi Manajerial, Kompetensi  Teknis Dan Wawancara Yang Bersifat Klarifikasi Terhadap Peserta Yang Mencakup Peminatan, Motivasi, Perilaku Dan Karakter Yang Dilakukan Oleh Panitia Seleksi Dan Assesor.

Penilaian Ini Juga Merupakan Suatu Proses Untuk Menilai Kompetensi Individu Yang Dipersyaratkan Bagi Keberhasilan Dalam Jabatan Dengan Menggunakan Metode Dan Teknik Evaluasi. Sedangkan Untuk Penilaian Kompetensi Individu Merujuk Pada Karakteristik Yang Mendasari Perilaku Yang Menggambarkan Motif, Karakteristik Pribadi, Konsep Diri, Nilai-Nilai, Pengetahuan Atau Keahlian Yang Dibawa Seseorang Yang Berkinerja Unggul Di Tempat Kerja Atau Pada Posisi Tertentu.

Rating Penilaian Dari Unsur Kompetensi Yang Diukur Menggunakan 3 (Tiga) Jenjang Kriteria Yaitu :

  1. Siap (Nilai 88 – 100)
  2. Siap Dengan Pengembangan (Nilai 75 – 87)
  3. Kurang Siap (Nilai 67 – 74)

Gambaran Hasil Penilaian Kompetensi  Terhadap Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan Adalah Sebagai Berikut :

  1. Kriteria Siap Sebanyak 1 Orang
  2. Kriteria Siap Dengan Pengembangan Sebanyak 19 Orang.
  3. Kriteria Kurang Siap Sebanyak 6 Orang

Sedangkan Kompetensi Ideal Yang Dipersyaratkan Bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Adalah :

  1. Berpikir Analitis (Kemampuan Untuk Mengenali Masalah Dan Menguraikan Sehingga Dapat Mengidentifikasi Akar Permasalahannya Atau Implikasi Yang Dapat Ditimbulkan).
  2. Pengambilan Keputusan (Kemampuan Mengambil Tindakan Pemecahan Masalah Secara Cepat Dan Tepat Melalui Proses Analisis Dengan Mempertimbangkan Dampak Serta Bertanggung Jawab Dengan Keputusannya).
  3. Intrapreneurship (Kemampuan Mencari, Menciptakan Serta Menerapkan Cara Kerja, Teknologi Dan Produk Baru Untuk Memberdayakan Organisasi Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan).
  4. Integritas (Bertindak Konsisten Sesuai Dengan Nilai Dan Kebijakan Organisasi Serta Kode Etik Profesi, Walaupun Dalam Keadaan Yang Sulit Untuk Melakukannya).
  5. Inisiatif (Berpikir Dan Mengambil Tindakan Atas Kesempatan/Masalah Saat Ini, Secara Proaktif Tanpa Menunggu Instruksi Dan Perintah Dari Orang Lain).
  6. Motivasi (Keinginan/Tekad Untuk Bekerja Dengan Baik Atau Melampaui Standar Prestasi).
  7. Kepemimpinan (Kemampuan Mengarahkan, Menggerakan, Mengawasi Dan Mengendalikan Orang Lain Dan Atau Sebuah Pekerjaan, Termasuk Kelompok-Kelompok Yang Berbeda Untuk Mencapai Tujuan Dengan Menggunakan Gaya Interpersonal Yang Tepat).
  8. Komunikasi (Kemampuan Mengungkapkan Gagasan Dan Pendapat Serta Bertukar Informasi Dengan Cara Yang Efektif, Lugas Dan Jelas Baik Secara Lisan Maupun Tertulis).
  9. Kerjasama (Kemampuan Membangun Tim Kerja Yang Efektif Untuk Mencapai Sasaran Organisasi Dengan Metode Dan Gaya Komunikasi Antar Pribadi Yang Tepat Untuk Mencapai Hasil Yang Optimal).
  10. Pemikiran Strategis (Kemampuan Untuk Berpikir Secara Luas Mengenai Isu Dalam Organisasi Dan Mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompleksitas Situasi Organisasi, Untuk Menyelaraskan Kegiatan Sehari-Hari Dengan Visi Jangka Panjang).
  11. Berorientasi Pelayanan (Kemampuan Melakukan Upaya Untuk Mengetahui, Memahami Dan Memenuhi Kebutuhan Pelanggan Dalam Setiap Aktifitas Pekerjaannya).
  12. Perencanaan Dan Pengorganisasian (Kemampuan Dalam Menyusun Rencana Kerja Yang Spesifik, Realistis Dan Terukur Sesuai Dengan Visi, Misi Dan Tujuan Jangka Panjang Organisasi Serta Menetapkan Alokasi Sumber Daya Yang Tepat Untuk Mencapai Tujuan Yang Ditetapkan).

“Proses Rotasi Dan Mutasi Adalah Hal Yang Biasa Dilakukan Dalam Sebuah Organisasi Yang Dinamis. Kepemimpinan Bisa Silih Berganti, Tetapi Siapapun Dia, Pemimpin Dan Organisasi Haruslah Senantiasa Melayani Dan Memenuhi Harapan Publik Sebagaimana Tertuang Dalam Pakta Integritas, Perjanjian Kinerja Dan Perintah Kerja Yang Akan Ditandatangani Saat Ini Oleh Setiap Pejabat Struktural Yang Baru Dilantik,”kata bupati Mella. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *