Heri Takaep, Pasien Bersalin ke-3 Yang Meninggal, RSUD SoE : “Kami Tidak Salah”

oleh -2K views

Kota SoE, Fakta TTS-Pihak RSUD SoE memberikan klarfikasi terkait informasi meninggalnya Heri Takaep (26) dan bayinya saat mendapat pelayanan operasi persalinan di RSUD SoE, Kamis (25/1/2018).

Dokter Ria Tahun, direktur RSUD SoE didampingi Kepala Tata Usaha  (KTU) Ricard Sareng dan Hadi Wibowo, dokter yang menangani operasi Heri Takaep, kepada wartawan di RSUD SoE, Sabtu (27/1/2018) mengatakan Heri Takaep adalah pasien bersalin ketiga yang meninggal dalam tiga pekan bulan Januari 2018. “Ada empat yang meninggal tapi satunya meninggal di Rumah sakit di Kupang, kalau yang meninggal di rumah sakit sini ada tiga,”katanya.
Ria mengatakan tidak ada kesalahan dalam pelayanan persalinan yang dilakukan pihaknya terhadap para pasien, termasuk terhadap Heri Takaep. Pelayanan yang dilakukan  sudah sesuai Standar Operasi Pelayanan (SOP) yang ada di RSUD SoE. “Kalau bilang kami terlambat dan lalai dalam pelayanan tidak seperti itu. Tidak ada lalai dan terlambat. kami sudah maksimal, kami tidak salah, semua sudah sesuai SOP,”katanya menanggapi pernyataan keluarga Takaep yang mempersoalkan SOP RSUD dalam pelayanan terhadap Heri Takaeb.
Dijelaskan Heri Takaep meninggal karena perdarahan dan dicerugia ada rupture uterik (robekan rahim).
Dikatakan Heri dua kali menjalani operasi akibat perdarahan yang dialami dalam proses persalinan tersebut. Operasi pertama jam 21.00 wita sampai dengan jam 00.00 wita tanggal 25/1/2018 dan operasi kedua pukul 01.00 wita sampai pukul 03.00 wita tanggal 26/1/2017. “Kita operasi lagi karena terjadi perdarahan hebat,”katanya. Heri akhirnya meninggal jam 13.30 tanggal 26/1/2018 di ruangan ICU. Sementara bayi laki-laki sudah meninggal saat diangkat dari rahim ibumya oleh tim dokter.
Dikatakan dr. Ria Tahun, Heri dioperasi karena saat tiba di RSUD SoE Kamis (25/1/2018) jam 18.00 wita dari Puskesmas Binaus dalam keadaan shok sehingga sekitar pukul 19.00 wita naik meja operasi.
Sesuai surat rujukan puskesmas Binaus, Heri mengalami pecah ketuban di puskesmas pada pukul 14.00 wita.
Heri dirawat di puskesmas Binaus karena dibawa oleh suami dan keluarga dari RSUD SoE sekitar pukul 10.00 wita.
Kata Ria Tahun, Heri dibawa ke puskesmas Binaus oleh suami dan keluarga itu bukan karena ditolak oleh RSUD SoE karena tidak membawa surat rujukan namun inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan pihak RSUD SoE.
Dijelaskan awalnya Kamis (25/1/2018) pagi sekitar pukul 09.00 wita, Heri dan suami beserta keluarga terlihat duduk di lorong ruang Ponek. Kemudian mereka terlihat oleh dokter Hadi Wibowo yang kemudian datang menghampiri mereka dan menanyakan soal maksud keberadaan mereka di tempat itu.
“Kepada dokter ibu bilang mau melahirkan, dokter tanya ada pegang kartu apa, bilangnya KIS. Mereka bilang tidak bawa rujukan sehingga disarankan kepala ruangan ke loket umum untuk daftar sebagai pasien umum agar bisa dilayani. Jadi ibunya sudah terdaftar sebagai pasien umum,”katanya.
Dari situ jelas dokter Ria, Heri diarahkan ke poli kandungan untuk mengantri pelayanan karena kondisi Heri dianggap tidak emergensi atau darurat. Namun tambah dokter Ria, ketika sampai giliran Heri, suaminya tidak berada ditempat karena sedang ke Binaus untuk mengurus rujukan.
Tak lama berselang muncul Jemsius Taneo, suami Heri namun kata dokter Ria, Jemsius tidak membawa rujukan. Pihak RSUD tidak tahu kalau Heri dibawa suami dan keluarga untuk mendapat pelayanan di puskesmas Binaus meski saat itu dikatakan dokter Ria, ada perawat dari puskesmas Binaus yang terlihat di RSUD SoE dan hendak pulang ke Binaus setelah mengantar pasien. Kendaraan itulah yang diduga ditumpangi Heri dan keluarga ke puskesmas Binaus.
Terkait laporan pihak keluarga di Polres TTS, dr. Ria mengatakan mereka siap menghadapi. Persoalan tersebut juga diakui telah dilaporkan ke bupati Paul Mella.
Sementara dr Hadi Wibowo, memilih bungkam terkait ini. Dokter yang baru ditempatkan di kabupaten TTS oleh menteri keaehatan pasa Mei 2017 lalu  itu tidak mau berkomentar ke media sesuai arahan dari organisasi yang menaunginya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *