PIAR NTT Desak Polisi Periksa Imigrasi

oleh -1.9K views
Kupang,Fakta TTS-Yayasan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) Nusa Tenggara Timur (NTT) merespon kasus Human Traffiking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialami Ance Punuf, warga kecamatan Kualin yang kini ditangani Polres TTS. PIAR mendesak pihak Imigrasi yang menerbitkan paspor perjalanan diperiksa polisi dan jika dalam proses hukum terbukti instansi tersebut punya andil dalam persoalan pengiriman korban ke Malaysia secara ilegal maka PIAR akan menyurati Kementerian hukum dan HAM untuk mengambil sikap tegas terhadap oknum yang bermain dalam penerbitan paspor bagi Ance Punuf.
Direktris PIAR NTT, Ir. Sarah Lerry Mboeik mengatakan itu kepada Fakta TTS pekan kemarin.
Ia mengatakan polisi harus memeriksa semua pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman ilegal Ance Punuf ke Malaysia termasuk pihak Imigrasi yang menerbitkan paspor perjalanan korban Ance. “imigrasi yang mengeluarkan paspor itu harus segera diperiksa,”kata Lerry.
Ia melihat ada indikasi praktik mafia dalam proses perekrutan hingga pengiriman Ance Punuf dari desa Kualin hingga Malaysia.
“Ini sudah jadi mafia. kami akan bersurat menhukham u segera ambil tindakan pencopotan jika sudah ada bukti keterlibatan orang imigrasi. untul itu polisi juga harus segera kejar para mafia yang bermain dalam kasus human trafficking itu,”katanya.
Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan lima tersangka yakni Yusmina Nenohalan, Selvi Koy, Yanti Banu dan David Tabana dan Apeles Moi alias Boy yang baru ditangkap beberapa pekan kemudian setelah empat tersangka lainnya diserahkan ke JPU Kejari TTS.
Hasil pemeriksaan sementara polisi Yusmina berperan menghubungkan korban dengan Selvy yang kemudian menghubungi Yanti di Kupang dan selanjutnya korban diserahkan ke David dan Boy untuk memproses pengiriman korban dari Kupang ke Jakarta.
Berkas perkara kelima tersangka ini sudah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejari TTS pada pertengahan November 2017. Kelimanya sementara ditahan JPU untuk menanti proses persidangan.  (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *