Pengurus Sekretariat SPAB Kabupaten TTS Dikukuhkan

oleh -1.4K views

Kota SoE, fakat-tts.com – Pengurus Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikukuhkan, Selasa (18/6/2018) oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS, Eddyson Sipa mewakili sekretaris daerah (sekda) TTS di ruang rapat sekda TTS.

Hadir dalam acara tersebut pejabat dari dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, pejabat dari sejumlah instansi pemerintah di kabupaten TTS seperti Kantor Kementerian Agama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dins P3A, dinas Kesehatan, BAPPEDA, Bidang Hukum setda TTS, Bagian SDA Setda TTS dan wakil dari sejumlah LSM yakni Yayasan Plan International Indonesia, Yabiku, Gerbang Mas, Arbeilter-Samariter-Bund (ASB), Wahana Visi Indonesia, Yayasan Sanggar Suara Perempuan dan CWS.

Sekretariat SPAB kabupaten TTS ini dibentuk dengan tujuan memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program sekolah/madrasah aman bencana dengan menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah aman bencana, dan meningkatkan kesadaran semua pihak di Kabupaten TTS tentang pentingnya sekolah/madrasah aman bencana.

Eddy Sipa kepada wartawan usai pengukuhan mengatakan setelah pengukuhan tersebut tim kerja yang telah terbentuk akan segera berproses dengan membuat atau menyusun program kegiatan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti BPBD, dinas kesehatan, social dan lainnya. Sejumlah hal sudah diskusikan terkait program tersebut diantaranya soal titik ordinat dari sekitar 20 sekolah yang menjadi sasaran program. Dari pengidentifikasian titik ordinat tersebut selanjutnya akan dilakukan analisa dan kajian soal potensi rawan bencana dari sekolah-sekolah yang ada untuk selanjutnya akan ditentukan sekolah-sekolah mana saja yang akan didahulukan pendampingannya dalam program tersebut. “tim akan analisa, mengkaji, rawan benacananya sepertti apa. dan setelah itu ditentukan sekolahnya baru kemudian dilakukan juga pendampingan pembangunan fisik, manajemen dan sosialisasi soal cara menghadapi atau mengantisipasi bencana,”katanya.

Sementara Mohamad Thamrin, pimpinan Plan Internasional Indonesia wilayah Timor mengatakan program Pendidikan aman bencana yang diinisiasi dilaksanakan di kabupaten TTS tersebut merupakan suatu bentuk implementasi kebijakan global khusunya di Asean tentang pentingnya sekolah aman bencana.

Dikatakan pihaknya sudah melakukan survey terlebih dahulu dan sudah mendapati sejumlah sekolah di wilayah kabupaten TTS yang perlu untuk diamankan dari situasi bencana. “ sesuai hasil survey kami, Ada beberapa sekolah yang kondisinya memperihatinkan dan rawan bencana sehingga perlu pendampingan,”katanya.

Semua sekolah yang berada di wilayah rawan bencana akan mendapat pendampingan lewat program tersebut namun pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus untuk semua sekolah yang telah teridentifikasi masuk wilayah rawan bencana. “Ada sekitar 20 sekolah tapi pelaksanaan proghramnya tidak bisa sekaligus, akan bertahap. program Bantuan tidak hanya fisik saja tapi juga manajemennya terkait pengetahuan untuk mengantisipasi risiko bencana,”katanya. (jmb/pau)

—————————————————————————————————————–

Foto: Foto bersama kadis P dan K kabupaten TTS usai pengukuhan di ruang rapat sekda TTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *